//Sambangi Sinode GMIT, Grace Natalie dan Christian Widodo Perkuat Kolaborasi Tangani Isu Sosial di NTT

Sambangi Sinode GMIT, Grace Natalie dan Christian Widodo Perkuat Kolaborasi Tangani Isu Sosial di NTT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id,– Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kupang, Kamis (11/6). Dalam kunjungan ini, Grace didampingi oleh Ketua DPW PSI NTT yang juga menjabat sebagai Wali Kota Kupang, Christian Widodo, beserta jajaran pengurus PSI NTT.

Selain berdialog, rombongan PSI juga menyempatkan diri mengunjungi dan berbelanja di GGMart, sebuah gerai UMKM milik jemaat GMIT. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk mendengar masukan, menyerap aspirasi gereja, serta memperkuat kolaborasi program antara partai politik, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Majelis Sinode GMIT, antara lain Ketua Sinode Pdt. Semuel B. Pandie, Sekretaris Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dan Wakil Sekretaris Pdt. Zimrat M. S. Karmany. Turut hadir pula Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, para Ketua Majelis Klasis wilayah Kabupaten Kupang, Ketua Pemuda GMIT, Badan Pembantu Pelayanan Sinode//Unit Pembantu Pelayanan Majelis Sinode, serta Anggota DPR Provinsi NTT dan DPRD Kota Kupang dari PSI.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menjelaskan bahwa kolaborasi antara GMIT dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kota/kabupaten di Kupang sudah berjalan dengan baik. Namun, masih banyak tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

“Isu yang menjadi perhatian bersama selama ini adalah penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, HIV/AIDS, dan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Pdt. Semuel.

Selain isu sosial, Pdt. Semuel juga memaparkan program pemberdayaan ekonomi jemaat. Salah satu implementasi nyatanya adalah gerai GGMart. Berbeda dengan korporasi besar yang menggunakan model hilirisasi industri konvensional, GGMart menerapkan pola berbasis jemaat, yaitu menampung dan memasarkan bahan pangan dan produk UMKM lokal hasil produksi jemaat.

GMIT juga bekerja sama dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT untuk mengembangkan jiwa entrepreneur kaum milenial, khususnya di bidang event organizer (EO).

Pdt. Semuel berharap komitmen edukasi politik dan ekonomi bagi generasi muda terus berlanjut.

“Kami berharap edukasi politik kepada kaum milenial terus berjalan. Selain itu, perhatian besar juga perlu diberikan kepada kelompok petani milenial, termasuk yang saat ini sedang mengembangkan kawasan Agro Eduwisata Tarus,” tambah Pdt. Semuel.

Dalam sesi dialog, pengurus GMIT menyampaikan sejumlah persoalan riil di lapangan. Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, menyoroti persoalan kepemilikan lahan masyarakat yang belum memiliki sertifikat resmi, sehingga rentan diambil alih oleh negara.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Amfoang Selatan, Pdt. David Ndolu, secara khusus memohon adanya penguatan kapasitas untuk pengembangan komoditas kopi di wilayah Amfoang.

“Saat ini jemaat kami telah menanam sekitar 13 ribu anakan kopi. Proses produksi, pemasaran, branding, hingga izin halal sudah berjalan berkat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT. Kami berharap ada penguatan kapasitas lebih lanjut agar skala pasarnya lebih luas,” kata Pdt. David.

Merespons berbagai masukan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada GMIT atas dukungan yang diberikan kepada PSI selama ini, termasuk keterlibatan warga gereja dalam kepengurusan PSI di tingkat kota, provinsi, maupun pusat.

Grace berpesan agar gereja tidak lelah mempersiapkan kader-kader muda untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa yang berintegritas.

“Kami berkomitmen penuh agar generasi muda memperoleh ruang yang luas di dalam partai politik. Seluruh masukan dan aspirasi dari GMIT hari ini akan segera kami tindak lanjuti demi pembangunan gereja dan masyarakat NTT yang lebih baik,” tegas Grace.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PSI NTT sekaligus Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi GMIT. Menurutnya, GMIT tidak hanya melayani jemaat di bidang kerohanian, tetapi juga nyata dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.*