
AMANATUN UTARA-TTS, www.sinodegmit.or.id, — Keluarga besar Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berduka atas berpulangnya Pdt. Thessy Arianti Taopan. Mendiang mengembuskan napas terakhir dalam usia 39 tahun di Rumah Sakit Umum (RSU) Penyangga Perbatasan Betun akibat sakit pada Rabu (2/9/2026). Mendiang dikuburkan di Desa Benahe, Kecamatan Amanatun Utara, Sabtu (5/9/2026).
Ibadah penguburan berlangsung di Jemaat Maranatha Aib’oni, Klasis Amanatun Timur, dipimpin oleh Pdt. Dominggus Dodego dan Pdt. Yusuf Bureni selaku liturgos, serta Pdt. Petrus Tameno sebagai pengkhotbah.
Dalam suara gembalanya, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, menyampaikan apresiasi atas rekam jejak pelayanan mendiang selama 9 tahun 2 bulan di lingkungan GMIT. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pelayanan tidak ditentukan oleh panjang atau pendeknya masa bakti, melainkan oleh kadar kesetiaan.
“Penderitaan atau rasa sakit yang dialami mendiang terbukti tidak pernah membatalkan maupun menyurutkan kesaksian hidupnya tentang Kristus, melainkan justru mempertegas keteguhan imannya,” ujar Pdt. Zimrat.
Pdt. Zimrat juga berpesan kepada keluarga agar tidak larut dalam kesedihan yang berlarut-larut. Momen duka ini turut menjadi pengingat bagi para pelayan dan jemaat untuk lebih memelihara kesehatan diri. Ia menegaskan komitmen Sinode GMIT beserta majelis jemaat untuk terus mendampingi keluarga yang ditinggalkan, dengan keyakinan bahwa persekutuan dan kasih tidak terputus walau terpisah secara fisik.
Lahir di Panite pada 26 April 1987, Pdt. Thessy menuntaskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Bagian Timur (STT INTIM) Makassar pada 2013. Mendiang kemudian ditahbiskan menjadi pendeta GMIT dan melayani di Jemaat Bermata Meusin, Klasis Amanatun Timur, sejak 2019 hingga 2024.
Mendiang meninggalkan seorang suami, Welhelmus Tsu, serta seorang putri bernama Melani Heavens Gracia Taopan. *











