//YESUS SANG RAJA YANG MAHA MULIA (2 PETRUS 1:16-21) – PDT. LENY H.F. GANA-MANSOPU

YESUS SANG RAJA YANG MAHA MULIA (2 PETRUS 1:16-21) – PDT. LENY H.F. GANA-MANSOPU

Penelitian tentang realitas tentang bumi dan kehancuran mengungkapkan bahwa bumi diperkirakan sudah berusia 4,54 miliar tahun, berdasarkan penelitian radiometrik batuan tertua dan meteorit. Penelitian dari University of East Angelia memperkirakan matahari akan stabil pada orbitnya selama 5 miliar tahun lagi. Tapi kehidupan di bumi sendiri diperkirakan tidak akan bertahan selama itu karena 1 milyar tahun ke depan, intensitas panas matahari akan meningkat sehingga suhu bumi akan mencapai 1000C. Itu artinya kehidupan di bumi pasti punah.

Penelitian Harvard-Smithsonian Center for Anstrophysics tahun 2020 mengatakan bumi sekarang ada pada fase ‘pertengahan hidup layak huni’. Tapi penelitian ini juga mengatakan bahwa kalau perilaku manusia tidak dirubah untuk lebih peduli dengan alam maka akan mempercepat waktu hidup bumi.

Dari angka ini, kita bisa tarik napas dan bilang, “Bae su masih lama.” Tapi nyatanya kita sudah mulai merasakan dampak kerusakan itu. Di Jakarta, tidak bisa lagi lihat langit biru. Polusi tebal di udara dan membuat langit seperti sedang awal tebal. Para ahli bilang tahun 2050 Jakarta tenggelam kalau trend perusakan lingkungan stabil seperti sekarang.

Di Kupang bencana yang berlangsung terus, gunung erupsi, la nina dan el nino selalu mengancam, banjir, bumi goyang terus. Kupang dinobatkan dapat juara 2 sebagai kota terkotor di Indonesia. Ada yang salah dengan budaya besih kita. Orang buang sampah sesuka hati. Pernah pemerintah pelopiri hancurkan semua tempat sampah. Kalau budaya tidak peduli dengan alam dilanjutkan maka apa jadinya keberlangsungan kehidupan di bumi ini?

Bagaimana melaksanakan tanggung jawab sebagai orang Kristen berhadapan dengan krisis ekologi dan komitmen gereja untuk melakukan upaya pemulihan alam? Bagaimanapun langit dan bumi akan binasa dan akan muncul langit dan bumi yang baru. Artinya realitas hasil penelitian bahwa kehidupan di bumi akan berakhir, sejalan dengan nubuatan akhir zaman dan Tuhan akan datang untuk memulihkan kehidupan.

Hari Minggu ini juga merupakan Minggu Kristus Raja. Perayaan Minggu Kristus Raja adalah pengakuan sekaligus pernyataan iman gereja bahwa Kristus berkuasa atas segala sesuatu dan Ia pasti datang kembali dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja dan kita akan menyambutnya.

Yang jadi soal adalah bagaimana mempertanggungjawabkan hidup kepada Tuhan Sang Raja Kemuliaan, baik sekarang maupun kelak saat Ia datang dalam kemuliaan-Nya? Bagaimanapun mengimani Yesus Kristus sebagai Raja Kemuliaan adalah mengimani bahwa Ia akan datang daam kemuliaan-Nya dan kita harus mempertanggung jawabkan hidup kepada-Nya.

Pokok pengajaran teks 2 Petrus 1 berisi yang kesaksian tentang kemuliaan Kristus sebagai Raja. Pertama,Saat jemaat diperhadapkan dengan banyak cerita palsu yang Petrus nyatakan sebagai dongeng isapan jempol manusia, Petrus meneguhkan iman jemaat dengan bilang bahwa betul Yesus adalah adalah raja dan ia adalah saksi mata. Di tengah banyak ajaran sesat, Petrus menegaskan bahwa semua itu adalah dongeng isapan jempol belaka. Ajaran yang dibawa pada rasul-lah yang benar sebab merekalah saksi hidup. Berhadapan dengan ajaran seperti gnostik, Petrus mau menegaskan bahwa betul Yesus yang adalah Allah benar-benar telah menjadi manusia, lahir, menderita, mati dan kemudian bangkit. Sebagai manusia, Yesus tidak kehilangan kemuliaan-Nya dan itulah yang disaksikan Petrus dalam peristiwa Transfigurasi Yesus di atas bukit. Allah sendiri telah meneguhkan siapa Yesus dengan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Dengarkanlah Dia.” (Matius 17:1-8).

Kedua,surat ini juga ditulis untuk mengingatkan dan meneguhkan jemaat tentang Parousia yakni kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Sebagai saksi mata langsung, Petrus menegaskan kebenaran tentang Yesus sebagai Mesias. TransfigurasiYesus,memberi kepastian bahwa janji kedatangan kembali Tuhan bukan khayalan. Yesus sebagai Raja Kemuliaan menegaskan bahwa apapun nubuatan yang disampaikan pasti tergenapi. Sebagaimana nubuatan tentang kedatangan Kristus telah tergenapi persis seperti yang dinubuatkan dan diteguhkan oleh para nabi maka nubuatan tentang Parousia yakni kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dalam kemuliaan pasti terjadi. Namun menanti akan penggenapan kedatangan Tuhan yang kedua kali, bukan hanya asal tunggu. Pada akhirnya kita harus bertanggung jawab penuh dalam penugasan Allah bagi kita. Bukan juga tunggu dalam tenang bahwa setidaknya saat dunia kiamat atau armagedon itu masih lama dan kita tidak mungkin masih hidup karena bagaimanapun tentang hari itu, Yesus bilang bahwa datangnya seperti pencuri.

Ketiga,Tunduk pada otoritas Roh Kudus. Selain menegaskan bahwa kesaksiannya bersama para rasul lain bersifat otentik, Petrus juga melarang untuk tidak boleh ditafsir menurut kehendak sendiri tapi haruslah tunduk pada Allah dan dituntut penuh oleh Roh Kudus Allah. Surat ini menegaskan bahwa apapun pemberitaan, harus berasal dari Roh Kudus yang menggerakkan dan mendorong untuk disampaikan bagi kemuliaan nama Allah.

Dari pokok-pokok ini, maka lakukanlah tugas penantian sebagai orang percaya dengan melakukan beberapa hal:

  1. Kenakan identitas Kristenmu

Berhadapan dengan Yesus sebagai Raja penuh kemuliaan dan tanggung jawab imani kita sebagai orang percaya, apa yang harus kita lakukan supaya kita memenuhi tujuan Tuhan atas kita? Tentu saja termasuk bangga menyatakan kepada dunia tentang siapa Yesus dan bangga mengenakan identitas Kristiani. Namun mengenakan identitas bukan soal hiasan di tubuh tapi lebih dari itu yakni menjadi surat Kristus yang terbuka.

  • Lakukan tugas yang Tuhan bebankan:

Penugasan pertama kepada manusia: Kejadian 1:28 – tanggung jawab menguasai dalam arti merawat bumi.

Penugasan terhadap orang pilihan: Melaluimu bangsa-bangsa lain akan diselamatkan (Panggilan Abrahamik).

Yesus juga memberikan Amanat Agung Tuhan Yesus, “Jadikan semua bangsa murid-Ku.” Ini dapat dilihat dalam lingkup segenap ciptaan supaya bukan hanya manusia tapi alam ciptaan juga memuji nama Tuhan.

Bahan Diskusi :

  1. Klasifikasi apa saja dongeng-dongeng isapan jempol saat ini yang dihadapi oleh gereja dan bagaimana seharusnya tampilan iman dan pelayanan gereja yang  mengimani Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja Kemuliaan, baik menyangkut Keilahian maupun Parousia Yesus.
  2. Apa tanggung jawab pribadi dan komunitas persekutuan dalam melakukan tugas yang diberikan kepada manusia oleh Allah sebagaimana dinyatakan dalam Kejadian 1:28 untuk menguasai bumi, dalam bingkai tanggung jawab gereja untuk menyatakan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Sorga supaya pada akhirnya semua ciptaan memuji nama Tuhan?