
KUPANG, www.sinodegmit.or.id – “Emeritasi hari ini merupakan perjuangan akumulasi panggilan kesesitaan, loyalitas, dan integristas. Tidak mudah untuk dapat gelar emeritus ini. Ini adalah mimpi semua Pendeta, dan tidak semua bisa sampai kepada hal ini.” Demikian disampaikan Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi dalam suara gembalanya pada ibadah emeritasi Pdt. Petrus Bani di Jemaat Pniel Oebobo, Klasis Kota Kupang, Minggu (12/4/2026).
Pdt. Lay melanjutkan bahwa gelar emeritus adalah suatu transformasi dalam pelayanan gerejawi.
“Perjalanan emeritus bukan sekadar urusan administratif, melainkan lahir dari kesadaran bahwa panggilan pendeta tidak berhenti, melainkan bertransformasi. Dalam tradisi gereja, suara para emeritus adalah suara yang paling jernih karena tidak terikat kepentingan struktural, namun memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap jemaat,” ujar Pdt. Lay Abdi.
Ia menyampaikan terima kasih, karena Pdt. Petrus telah memberi teladan, mengakhiri tugas dengan baik dan dalam cerita yang baik.
Pdt. Petrus Bani lahir pada 31 Maret 1966. Perjalanan pelayanannya dimulai dari masa vikariat di Jemaat Kuatnana, Amanuban Barat, hingga ditahbiskan di Jemaat Son Honis Se’i, Klasis Amanuban Tengah Selatan, pada 31 Oktober 1992.
Selama 33 tahun 11 bulan masa baktinya, beliau telah melayani di berbagai medan layan, antara lain: Jemaat Netpala, Molo Utara (1993–1999); Jemaat Pola Tribuana Kalabahi, Alor Barat Laut (1999–2004); Jemaat Tomnu, Alor Barat Laut (2004–2009); Jemaat Betel Oesapa Tengah, Kupang Tengah (2009–2014); Jemaat Lahairoi Tofa, Kupang Tengah (2014–2016:); Jemaat Sion Oepura, Kota Kupang (2016–2020); Jemaat Pniel Oebobo, Kota Kupang (2020–2026). Ia melayani di Jemaat tersebut selama 5 tahun 9 bulan.
Sebagai keberlanjutan pelayanan di Jemaat Pniel Oebobo, Majelis Sinode menempatkan Pdt. Wempi Maleachi Rini, yang sebelumnya melayani di Jemaat Faut Uf Tapak, Klasis Kupang Barat.
Pdt. Petrus dalam sambutannya merefleksikan penyertaan Tuhan selama masa tugasnya di Timor Tengah Selatan, Alor, hingga kembali ke Kupang. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelayanannya.
“Terima kasih untuk orang-orang baik yang selalu menolong kami. Syukur kepada Tuhan, Dia yang telah memanggil, mengutus, dan menolong hingga saat ini,” tutur Pdt. Petrus.
Ia juga berpesan agar tradisi kebaikan dalam pelayanan tetap dijaga sehingga nama Tuhan senantiasa dimuliakan.
Senada dengan itu, Pdt. Wempi Maleachi Rini menyatakan kesiapannya menjalankan tugas baru dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Majelis Sinode GMIT dan Majelis Klasis Kota Kupang yang telah mengurus mutase dan penempatannya dengan baik.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Delfiana K. Poyck-Snae dan Pdt. Lay Abdi K. Wenyi.
Ibadah emeritasi ini dihadiri oleh Bendahara Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, Majelis Klasis Kota Kupang, Majelis Klasis Kupang Barat, para Pendeta Emeritus, rekan pendeta GMIT, serta Lurah Oebobo. Turut hadir pula anggota jemaat dari Jemaat Rehobot Bakunase, Jemaat Faut Uf Tapak, dan jemaat setempat.*











