
Foto: Fina Kudji Lede
Kupang, www.sinodegmit.or.id, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berdukacita atas meninggalnya Pdt. Anderias Rondo, S.Th, MA pada Senin, 24 November 2025. Ia menghembuskan napas terakhirnya di RS. Siloam Kupang karena sakit. Ia dikuburkan di TPU Fatukoa, Kupang pada Rabu, 26 November 2025.
Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany dalam suara gembalanya menggambarkan mendiang sebagai sosok yang rendah hati, humble, suka mendengar cerita orang, dan suka bergaul dengan semua orang. Dalam keadaan yang sakit, ia harus mengunjungi, mendoakan dan memberi kekuatan kepada Jemaat yang sedang sakit.
“Ia suka membaca untuk memperluas wawasannya, aktif dalam pelayanan, semangat, mengejar mimpinya untuk menggapainya. Salah satu mimpinya ialah ingin melanjutkan studi doktoral. Bahkan dengan pendidikan pascasarjananya, ia memilih untuk melayani di Jemaat di Desa,” kata Pdt. Zimrat.
Pdt. Zimrat mengapresiasi pelayanannya yang bermakna bagi Jemaat. Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang telah mempersembahkan hidupnya bagi GMIT.
“Tahun pelayanannya bisa terbilang singkat, tetapi sangat membanggakan bagi Gereja Masehi Injili di Timor. Terima kasih,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh Pendeta GMIT untuk saling berbagi cerita, saling menopang dan menolong satu dengan yang lain ketika menderita sakit. Penting juga untuk menjaga kesehatan agar mendukung pelayanan dalam Jemaat.
Salah satu Jemaat yang pernah dilayaninya, Year Marsita Abanat mengungkapkan rasa kehilangannya, bahwa sosok Pdt. Anderias akan selalu dikenang, meskipun ia telah tiada.
Pdt. Anderias dilahirkan di Kupang, 28 Agustus 1982. Setelah menamatkan pendidikan pada Fakultas Teologi UKAW Kupang (2007), ia ditahbis menjadi Pendeta GMIT pada 2011. Ia mengawali pelayanannya di Jemaat Hidji Deo, Klasis Sabu Barat (2011-2016).
Selanjutnya ia dimutasikan ke Jemaat Ebenhaezer Menia, Klasis Sabu Barat (2016-2020). Pada tahun 2021, Pdt. Anderias Rondo melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dengan fokus pada bidang Antropologi Budaya hingga meraih gelar Magister Antropologi (MA).
Seusai pendidikannya, ia kembali melayani di Jemaat Bermata Jemaat Sanam, Klasis Amabi Oefeto Timur untuk periode pelayanan 2024-2027.
Secara keseluruhan ia mengakhiri pelayanannya dengan masa kerja 13 tahun 11 bulan. Ia meninggal dunia dalam usia 43 tahun 2 bulan.
Pdt. Anderias merupakan suami dari Novi Juliyanti Ndii, dan ayah dari Avidan Izrael Djami Rano.
Majelis Sinode GMIT menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Pdt. Anderias Rondo. Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kabaktian penguburan berlangsung di Jemaat Pniel Oebobo, Klasis Kota Kupang, dipimpin oleh Pdt. Lusia Martha Billik (Pengkhotbah) dan Pdt. Jobeth Jodiana Saudila (Liturgos).
Turut hadir dalam acara penguburan tersebut Ketua Majelis Klasis (KMK) Amfoang Selatan, KMK Amarasi Timur, KMK Kota Kupang, KMK Amabi Oefeto Timur, para Pendeta GMIT, Jemaat Sanam, Amabi Oefeto Timur, Jemaat Pniel Oebobo Kupang dan Keluarga. ***











