
Foto: Pace F. Balukh
KUPANG BARAT,www.sinodegmit.or.id,– Jemaat Amanau Tablolong, Klasis Kupang Barat, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna pada Rabu, 22 April 2026. Dalam momentum tersebut, Sekretaris Sinode GMIT memberikan peringatan keras terkait ancaman fenomena alam El Nino “Godzilla” yang berdampak pada ketahanan pangan jemaat.
Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas, Sekretaris Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy S. Octavianus, serta jajaran unsur pimpinan daerah dan kecamatan.
Pdt. Lay Abdi K. Wenyi dalam suara gembalanya menekankan agar gedung tersebut nantinya benar-benar dimanfaatkan secara fungsional.
“Kiranya gedung serbaguna ini betul-betul berguna, karena ada serbaguna yang pada akhirnya tidak berguna,” tegas Pdt. Lay
Ia juga menyoroti tantangan nyata yang sedang dihadapi masyarakat pesisir, yakni perubahan iklim dan ancaman kekeringan ekstrem. Fenomena El Nino ‘Godzilla’, ancaman kekeringan, dan panas yang berkepanjangan akan bersentuhan langsung dengan air serta ketahanan pangan.
Karena itu ia mengingatkan jemaat untuk bijak dalam mengelola hasil panen dan mulai mengurangi intensitas pesta-pesta sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi sulit. Pdt. Lay Abdi juga mendorong gereja agar lebih fokus pada program-program konkret yang menyentuh kebutuhan dasar jemaat daripada terjebak dalam perdebatan di media sosial.
Ketua Majelis Jemaat Amanau Tablolong, Pdt. Yandry Imelda Massu-Senabu, menjelaskan bahwa pembangunan gedung berukuran 31×15 meter ini merupakan bagian dari penataan pelayanan ke depan. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 1,5 miliar dengan daya tampung hingga 1.200 orang.
“Kami tahu ini memang tidak mudah, tetapi bersama Tuhan kami bisa. Pembangunan ini menjadi simbol perjuangan dan kebersamaan seluruh elemen jemaat,” ujar Pdt. Yandry.
Senada dengan itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif kemandirian jemaat. Menurutnya, gedung ini akan menjadi aset penting bagi masyarakat luas di Tablolong, tidak terbatas pada kegiatan gerejawi saja.
“Pemerintah Kabupaten Kupang sangat mendukung inisiatif ini. Pembangunan gedung serbaguna ini adalah wujud nyata dari tekad kemandirian jemaat untuk meletakkan dasar yang kuat bagi generasi masa depan kita,” kata Yosef Lede.
Sebagai informasi tambahan, Jemaat Amanau, yang namanya berarti “Kehendak Bapa”, selama ini dikenal sebagai jemaat pesisir yang mengandalkan potensi hasil laut seperti ikan dan rumput laut. Pembangunan gedung serbaguna ini diharapkan dapat menunjang sektor wisata sebagai kampung nelayan, dan pemberdayaan ekonomi jemaat di wilayah Tablolong.*











