//Pdt. Yernad M.M. Ndoen Memasuki Masa Pensiun Setelah 33 Tahun Melayani GMIT

Pdt. Yernad M.M. Ndoen Memasuki Masa Pensiun Setelah 33 Tahun Melayani GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Setelah 33 tahun melayani sebagai pendeta organik Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Yernad M.M. Ndoen resmi memasuki masa pensiun (emeritasi). Momen pelepasan ini dirangkai dalam ibadah emeritasi yang bertepatan dengan perayaan Pentakosta di Jemaat Lahairoi Namosain, Klasis Kota Kupang, Minggu (24/5/2026).

Turut hadir dalam ibadah tersebut Majelis Klasis Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Camat Alak, Lurah Namosain, anggota DPRD Kota Kupang dan Provinsi NTT, para pendeta GMIT, serta perwakilan Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat dan jemaat setempat.

Ibadah emeritasi dipimpin secara kolaboratif oleh Pdt. Daniel Hendrik, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dan Pdt. Feny Irnawati Ully. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Kisah Para Rasul 2:1-13, Pdt. Daniel Hendrik menekankan pentingnya menghargai keberagaman talenta dalam pelayanan karena Roh Kudus dicurahkan kepada semua orang dengan karakter dan pilihan jalan yang berbeda.

“Jangan memaksakan jalan kepada orang lain atau membanding-bandingkan talenta satu dengan yang lain. Tuhan mau memakai semua orang bagi pelayanan-Nya,” ujar Pdt. Daniel Hendrik.

Ia juga menambahkan bahwa bahasa roh yang dicurahkan pada hari Pentakosta adalah bahasa kasih yang bersifat universal, universalitas yang membawa sukacita, empati, solidaritas, dan berkat bagi semua orang.

Sementara itu, Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya berbicara mengenai korelasi Pentakosta dengan panggilan pelayanan. Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Pdt. Yernad selama puluhan tahun.

“Kami mengapresiasi Pdt. Yernad yang telah melayani dalam suka dan duka, pahit dan manis, bahkan dalam luka. Namun, semuanya dijalankan dalam tuntunan Roh Kudus agar orang-orang yang dilayani memperoleh pemulihan, kesembuhan, dan damai sejahtera. Kami berharap pengalaman iman ini menjadi teladan bagi para pelayan masa kini,” kata Pdt. Saneb.

Pdt. Saneb juga menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga yang setulus hati menopang pelayanan Pdt. Yernad, serta kepada Jemaat Lahairoi Namosain yang terus memberikan dukungan hingga akhir masa tugasnya.

Menanggapi akhir masa baktinya, Pdt. Yernad M.M. Ndoen menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yesus serta seluruh pihak yang telah menopang perjalanannya sejak masa vikariat.

“Saya berpesan agar jemaat selalu setia beribadah, menjaga persekutuan, serta menghormati setiap hamba Tuhan dan keluarganya, supaya jemaat selalu diberkati oleh Tuhan,” tutur Pdt. Yernad dalam sambutannya.

Untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan di Jemaat Lahairoi Namosain, Majelis Sinode GMIT memperhadapkan Pdt. Feny Irnawati Ully, yang sebelumnya melayani di Jemaat Ebenhaezer Tarus, Klasis Kupang Tengah.

Pdt. Feny menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan dukungan kepada seluruh jemaat setempat.

“Terima kasih untuk Pdt. Yernad yang telah meletakkan dasar pelayanan di jemaat ini. Saya memohon dukungan seluruh jemaat agar kita dapat melaksanakan pelayanan ini dengan baik ke depan,” ungkap Pdt. Feny.

Pdt. Yernad M.M. Ndoen lahir di Kupang pada 17 Maret 1966. Berikut adalah riwayat pelayanan beliau selama menjadi pendeta organik GMIT:

  • 1992: Menamatkan pendidikan teologi di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
  • 1992–1993: Menjalani masa vikariat di Jemaat Wilayah Tuatuka, Klasis Kupang Timur.
  • 28 Maret 1993: Ditahbiskan menjadi Pendeta GMIT.
  • 1995–2002: Memulai pelayanan di Jemaat Wilayah Depe, Klasis Sabu.
  • 2002–2013: Melayani di Jemaat Wilayah Oepunu, Klasis Kupang Tengah.
  • 2013–2018: Melayani di Jemaat Calvary Pulu Thie, Klasis Kupang Tengah.
  • 2018–2026: Mengakhiri masa pelayanan organik di Jemaat Lahairoi Namosain, Klasis Kota Kupang. *