//Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 di Oenino Jadi Simbol Toleransi dan Inklusivitas

Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 di Oenino Jadi Simbol Toleransi dan Inklusivitas

OENINO, TTS, www.sinodegmit.or.id, — Lebih dari 1.000 anak dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ragam kemampuan berkumpul dalam semangat kebersamaan pada Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 lingkup Klasis Amanuban Tengah Utara. Kegiatan yang digagas Majelis Klasis bersama Forum Anak Klasis Amanuban Tengah Utara ini berlangsung penuh sukacita di Jemaat GMIT Ebenhaizer Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema ”Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” perayaan ini dihadiri perwakilan 23 jemaat setempat, lintas klasis (Soe, Soe Timur, Amanuban Tengah Selatan, Kuanfatu), Forum Anak Kabupaten TTS, serta anak-anak dari Masjid An-Nur, Paroki Aryos, dan SLB Negeri Manekat Niki-Niki. Kehadiran seluruh elemen tersebut menegaskan semangat kebersamaan dan inklusivitas.

Rangkaian acara diawali pertunjukan teater oleh Forum Anak Klasis Amanuban Tengah Utara yang mengusung pesan perlindungan serta pemenuhan hak anak. Panggung perayaan juga dimeriahkan dengan tarian daerah, lagu solo, dan drama.

Anak-anak tampil penuh percaya diri memamerkan bakat dan potensi terbaik mereka. Penampilan kreatif ini membuktikan bahwa setiap anak mampu bertumbuh dan berkarya apabila diberikan ruang berekspresi serta dukungan yang setara.

Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany mengingatkan bahwa pelayanan kepada anak tidak boleh dipandang sebelah mata atau diabaikan. Anak-anak merupakan fondasi utama serta generasi penerus bagi masa depan gereja dan bangsa, sehingga pembinaan mental, spiritual, dan karakter mereka harus menjadi prioritas bersama.

Menurut Pdt. Zimrat, investasi pada pelayanan anak saat ini akan menentukan kualitas kepemimpinan dan moralitas masyarakat di masa depan. Oleh karena itu, seluruh komponen gereja dan masyarakat dituntut untuk aktif menghadirkan lingkungan yang aman, mendidik, dan penuh kasih demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Klasis Amanuban Tengah Utara, Pdt. Sepri Adonis menegaskan bahwa anak-anak merupakan bagian utuh dari gereja masa kini.

“Anak-anak bukan hanya penerima pelayanan, melainkan bagian dari gereja masa kini yang perlu diberi ruang untuk belajar, melayani, berkarya, dan mengembangkan talenta,” ujar Pdt. Sepri Adonis.

Dukungan juga mengalir dari pemerintah daerah. Wakil Bupati TTS mengapresiasi hadirnya ruang tumbuh kembang anak secara utuh. Sementara itu, Kepala Dinas P3A Kabupaten TTS menyatakan bangga atas kolaborasi lintas sektor yang membuat acara berjalan istimewa. Kegiatan ini turut didukung lembaga mitra seperti Wahana Visi Indonesia, TLM GMIT, PLAN Indonesia, dan Cis Timor.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia membagikan 1.000 pack buku tulis kepada seluruh peserta di akhir acara. Ketua Forum Anak Kabupaten TTS sekaligus Forum Anak Klasis Amanuban Tengah Utara, Bery Tlonaen, menegaskan bahwa setiap anak berhak atas kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui perayaan ini, Majelis Klasis Amanuban Tengah Utara beserta para mitra berharap komitmen untuk menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi anak semakin kokoh.*