
Ada kalanya kita menjadi batu sandungan bagi sesama. Batu sandungan artinya; rintangan, hambatan, atau sesuatu yang menyebabkan seseorang jatuh, berbuat dosa atau kehilangan iman. Secara kiasan istilah ini menunjuk kepada perkataan, perilaku dan tindakan seseorang yang merusak, menyesatkan atau menghalangi orang lain dalam kehidupan berjemaat dan massyarakat. Jadi istilah ini mengingatkan pentingnya menjadi teladan yang baik dan tidak menjadi penyebab kejatuhan orang lain.
Matius 18:6-11 merupakan satu kesatuan dengan Matius 18:1-5. Ketika Yesus dan murid-murid tiba di Kapernaum, murid- murid datang kepada Yesus dan bertanya: Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga? Atas pertanyaan itu, maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu Dia berkata kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat seperti seorang anak kecil ini kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Sorga. Oleh sebab itu siapa saja yang merendahan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar di dalam kerajaan sorga. Siapa yang menyambut seorang anak seperti ini di dalam namKu, ia menyambut Aku. Yang dimaksudkan dengan anak kecil adalah tidak memeliki kesombongan dan bergantung penuh pada Tuhan, orang yang memeliki pikiran yang polos, sederhana dan bernada rendah hati sehingga mudah diajar dan dinasehati.
Pertanyaan murid-murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan sorga dilatarbelakangi oleh pandangan yang keliru tentang konsep kerajaan sorga secara politis untuk memperoleh kuasa dan kedudukan mengenai siapa yang terbesar dan terutama. Yesus melihat hal ini sebagai pikiran yang sesat sehingga mengarahkan kembali mereka kepada pandangan yang benar bahwa hanya mereka yang bertobatlah yang berhak masuk Kerajaan sorga dan hanya mereka yang merendahkan diri seperti seorang anak kecillah yang akan terbesar dalam Kerajaan sorga.
Yesus kemudian melanjutkan perkataanNya di ayat 6; Sebagai peringatan terhadap murid-murid agar tidak menjadi penyebab orangg berdosa : Siapa yang menyebabkan salah satu dari yang kecil di antara yang percaya kepadaKu ini berbuat dosa, lebih baik baginya sebuah batu giling diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Pada bagian pembacaan 18:6-11 dengan perikop “siapa yang menyebabkan orang berdosa”, Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid dengan keras agar tidak menjadi penyesat/penyebab orang berdosa dengan kata; celakalah (ayat 7); Siapapun yang berani melakukan kesesatan akan mendapatkan kebinasaan dari Tuhan yang pantas dijatuhi hukuman yang mengerikan dengan menggunakan kalimat kiasan: ditenggelamkan di dalam laut dengan batu kilangan yang diikatkan di leher.Karena ancaman Tuhan sangat mengerikan maka para murid diberikan nasehat untuk menjaga diri sebaik mungkin. Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk menjadi teladan, bukan batu sandungan yang menyebabkan orang tersesat/berdosa.
Lalu Tuhan Yesus memberikan perintah yang keras kepada murid-murid untuk mengambil sikap tegas menjauhi diri dari dosa , yang disimbolkan dengan :memotong tangan atau kaki atau mencungkil mata jika itu menjadi penyesat (8-9). Jika tanganmu atau kakimu menyebabkan engkau berbuat dosa, penggal dan buanglah. Lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan buntung atau timpang daripada dengan kedua tangan dan kedua kaki utuh dicampakan ke dalam api kekal. Jika matamu menyebabkan engkau berbuat dosa, cungkil dan buanglah.Lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan satu mata daripada dengan dua mata dicampakan ke dalam api neraka.Artinya kalau ada bagian hidup yang menyebabkan kita tersesat, yang menyebabkan orang lain berdosa, tinggalkan itu, dan bertobatlah (8-9). Jangan menyesatkan orang, jangan membuat org lain jatuh dalam dosa, jangan membuat orang lain akhirnya tersesat oleh karena ajaran, kelakuan dan kata-kata kita.
Yesuspun melarang murud-murid untuk memandang rendah orang-orang yang dianggap kecil atau lemah sebab malaikat mereka di sorgapun selalu menjaga mereka (ayat 10). Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari yang kecil ini . Sebab aku berkata kepadamu; Malaikat mereka di sorga selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga. Artinya setiap orang berharga di mata Tuhan, maka akan selalu dilindungi.
Dan misi Kristus mengingatkan bahwa Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang. Karena itu yang tersesat akan dicari dan dibawa kembali. Pelayanan dan kasih kita harus sejalan dengan hati Kristus yang mencari yang terhilang.
Pesan (saya mengutip kembali pesan sebagaimana tertulis dalam ringkasan pembahasan bahan bacaan 28 jni 2026. sebagai beerikut:
Pertama; orang percaya bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi anak- anak dan semua kelompok rentan dari berbagai penyesatan dan pengaruh buruk
Kedua; orang percaya mesti memeliki hati yang sederhana, rendah hati dan tidak menyesatkan orang lain. Dengan kata lain orang percaya tidak boleh menjadi batu sandungan bagi sesamanya dalam pikiran perkataan dan perbuatan. Hal ini karena hukuman yang sangat berat tersedia bagi orang yang membiarkan dirinya menjadi batu sandungan terhadap sesame khususnya kaum rentan.
Ketiga; Tuhan peduli dengan semua orang yang lemah dan karena itu siap bertindak sebagai pembela mereka. Dia menempatkan malaikat penjaga untuk menjaga mereka satu per satu. Hal ini mengingatkan orang percaya agar tidak melalukan kaum lemah dengan semena-mena. Amin











