//Gelar Pelatihan Pertanian bagi para Diaken di Alor, Sinode GMIT Targetkan Penguatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Jemaat

Gelar Pelatihan Pertanian bagi para Diaken di Alor, Sinode GMIT Targetkan Penguatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Jemaat

KALABAHI–ALOR, www.sinodegmit.or.id, Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bekerja sama dengan Universitas Tribuana Kalabahi menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati bagi para diaken. Kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis jemaat ini berlangsung di Jemaat GMIT Foimahen Anainfar, Klasis Alor Barat Laut, pada 15–18 Juni 2026, dan dijadwalkan berlanjut di Klasis Pantar Timur pada 19–21 Juni 2026.

Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Bendahara Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, serta Badan Pengelola Aset dan Pemberdayaan Ekonomi (BPAPE) dan Badan Diakonia GMIT (BDG). Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor, serta 10 Ketua Klasis beserta para pendeta dan diaken.

Dalam suara gembalanya, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi dari amanat Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) Penguatan II. Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kelola kelembagaan agar seluruh program pelayanan gereja berjalan secara tersistem, terstruktur, serta memiliki capaian indikator yang jelas.

Menurut Pdt. Semuel, kelemahan gereja selama ini bukan terletak pada aksi pelayanannya—yang telah bergerak dari tahapan karitatif hingga transformatif—melainkan pada aspek administrasi dan tata kelola atau oikonomia.

“Kelemahan kita berada pada aspek tata kelola,” ujar Pdt. Semuel.

Melalui penguatan kapasitas di sektor pertanian ini, Pdt. Semuel berharap gereja dapat mengambil peran yang lebih luas dalam mendongkrak ekonomi jemaat. Sektor pertanian dinilai sebagai motor strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta menerima berbagai materi teknis, salah satunya adalah materi Pengolahan Hasil Pertanian yang dibawakan oleh Hemi R. Djasibani, S.P.

Setelah menerima pemaparan teori, seluruh peserta melakukan kunjungan ke kampus Universitas Tribuana Kalabahi untuk melaksanakan praktik langsung di laboratorium. Agenda praktik tersebut meliputi pembuatan sate ikan serta teknik pembuatan pupuk organik.

Salah seorang peserta, Andrianius Otakari, diaken utusan dari Jemaat Imanuel Demang, Klasis Mataru menyampaikan bahwa program ini sangat mendukung peningkatan produktivitas dan ekonomi jemaat jika diimplementasikan di wilayah masing-masing.

Selama tiga hari mengikuti kegiatan, Andrianius mengaku mendapatkan kesan yang sangat baik serta motivasi baru dalam pelayanan. Ia berharap kapasitas para diaken di Klasis Mataru dapat terus berkembang menjadi lebih baik dengan selalu mengutamakan Tuhan dalam setiap tugas pelayanan.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kemandirian pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyerahkan bantuan berupa satu unit traktor roda dua kepada salah satu klasis di Kabupaten Alor. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, guna mendukung efisiensi pengolahan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian jemaat.

Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga keagamaan ini diharapkan dapat membuka ruang pendampingan pertanian berkelanjutan dalam jangka panjang. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi komitmen bersama bahwa ketahanan pangan lokal di Nusa Tenggara Timur dapat dicapai melalui kerja bersama yang terstruktur dan terintegrasi.*