//HUT ke-44 Jemaat Lahairoi Manufui, Turnamen Sepak Bola Gloria Cup VII Resmi Dibuka

HUT ke-44 Jemaat Lahairoi Manufui, Turnamen Sepak Bola Gloria Cup VII Resmi Dibuka

KUPANG,www.sinodegmit.or.id, Jemaat Lahairoi Manufui, Klasis Amfoang Utara, resmi membuka turnamen sepak bola Gloria Cup VII Tahun 2026 pada Selasa (16/6/2026). Perlombaan yang digelar dalam rangka merayakan HUT ke-44 Jemaat Lahairoi Manufui yang jatuh pada 23 Juni 2026 ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari 16 Juni hingga 7 Juli 2026 ini diikuti oleh 26 tim yang berasal dari wilayah Amfoang Raya, Fatuleu, dan Takari. Menariknya, kompetisi ini juga melibatkan tim dari kalangan lintas agama, salah satunya adalah Remaja Masjid Al-Ikhlas Manufui. Acara pembukaan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis Amfoang Utara, Pdt. Yakob Piter Ravael Mooyressa.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Camat Amfoang Barat Laut Imran Haria Kusuma, Camat Amfoang Utara, Kapolsek Amfoang Utara, Danramil 0403 Naikliu, Direktur RS Pratama Amfoang, Kepala Desa Oelfatu, serta para pendeta GMIT Klasis Amfoang Utara.

Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, membuka turnamen tersebut dengan tendangan pertama.

Selanjutnya dalam suara gembalanya menilai bahwa Turnamen Gloria Cup VII sukses mengusung tiga nilai utama pelayanan gereja, yaitu koinonia (persekutuan), marturia (kesaksian/pemberitaan), dan oikonomia (penatalayanan). Dari perspektif koinonia, turnamen ini dinilai berhasil menjadi wadah inklusif yang mempersatukan pemuda lintas jemaat, klasis, hingga lintas agama tanpa memandang perbedaan kelompok.

“Melalui kolaborasi antara Jemaat GMIT Lahairoi Manufui, pemerintah kecamatan, dan berbagai denominasi agama, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk kreativitas serta mengantar para pemain lokal menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional,” ujar Pdt. Saneb.

Ia menambahkan, nilai marturia diwujudkan melalui imbauan menjaga sportivitas dan pelayanan ramah dari panitia sebagai wujud nyata pemberitaan Injil. Sementara nilai oikonomia tecermin dari proses belajar para pemuda dalam memanajeri klub serta mengorganisasi strategi pertandingan dengan baik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Gloria Cup VII, Saneber Tamelab, menyampaikan bahwa sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2011, turnamen ini selalu mengutamakan semangat pembinaan keberagaman kaum muda. Melalui sepak bola, panitia berkomitmen membangun karakter pemuda yang kreatif.

Ia berharap seluruh pemuda GMIT, komunitas lintas agama, dan pemerintah dapat aktif memupuk kebersamaan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta menghindari perilaku menyimpang.

Apresiasi terhadap pelaksanaan turnamen ini juga datang dari Camat Amfoang Barat Laut, Imran Haria Kusuma. Dalam sambutannya, Imran menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan olahraga yang mampu membentuk karakter dan moral generasi muda agar menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen mendorong manusia yang berkualitas, termasuk melalui olahraga. Ini modal yang berharga bagi pembangunan daerah, karena itu anak-anak harus diberi ruang untuk menyalurkan talenta mereka,” kata Imran.

Imran juga berpesan kepada seluruh peserta dan penonton agar menjadikan turnamen ini sebagai ajang memperkuat ikatan sosial masyarakat. Ia meminta semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban, kejujuran, disiplin, dan menjunjung tinggi fair play agar Gloria Cup VII dapat menjadi pesta olahraga rakyat yang bermartabat.

Sebagai informasi, Jemaat GMIT Manufui saat ini memiliki dua mata jemaat dan satu pos pelayanan, yaitu Mata Jemaat Lahairoi Manufui, Mata Jemaat Ora Et Labora Oenolok, serta Pos Pelayanan Betlehem Nefonuni yang berlokasi di Gunung Sinar. Jemaat tersebut dilayani oleh Pdt. Christian Y. Bokimnasi. *