//Jambore PART V Klasis Kupang Timur Resmi Dibuka: Fokus Geser dari Kompetisi ke Kompetensi Anak

Jambore PART V Klasis Kupang Timur Resmi Dibuka: Fokus Geser dari Kompetisi ke Kompetensi Anak

KUPANG,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Klasis Kupang Timur menggelar Jambore Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) V yang bertempat di Jemaat Elim Naibonat. Kegiatan yang mengusung tema “Anak Kristus Pasti Berdampak” ini berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 23–26 Juni 2026.

Sebanyak 42 jemaat di lingkup Klasis Kupang Timur berpartisipasi dalam perhelatan ini, dengan masing-masing jemaat mengutus 15 orang peserta anak yang didampingi oleh pendeta serta pengajar PART. Kegiatan akbar ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar-sesama pengajar dan anak PART, memberdayakan anak-anak melalui berbagai ilmu yang dipelajari, serta memperlengkapi mereka dengan beragam keterampilan yang nantinya dapat diterapkan dan dilanjutkan dalam pelayanan di tingkat jemaat masing-masing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Leonardo Duil.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Bupati Kupang Josef Lede beserta jajarannya, jajaran Majelis Klasis Kupang Timur, para Pendeta GMIT, pimpinan Cahaya Bagi Negeri (CBN) NTT, Camat Kupang Timur, para lurah, jajaran Polres Babau, serta Anggota DPRD Kabupaten Kupang.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa kegiatan Jambore PART bukan sekadar tradisi pengisi liburan, melainkan sebuah perencanaan sadar gereja untuk melakukan proses pengaderan kepemimpinan sejak usia dini. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dari fokus kompetisi yang memicu persaingan antar-anak menjadi pengembangan kompetensi agar mereka dapat mengeksplorasi bakat serta mentalitas kepemimpinannya secara maksimal.

“Jambore-jambore sudah harus memperkecil pesan kompetisi dibandingkan dengan kompetensi. Jadi, ruang dibuka untuk anak-anak GMIT terus berekspresi… Sejak kecil GMIT secara sadar menanam fondasi yang kuat tentang hidup kebersamaan, tentang mengenal Kristus secara baik,” ungkap Pdt. Saneb.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa anak Kristus yang berdampak harus dibekali materi yang menyentuh isu-isu riil yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti perundungan (bullying), kekerasan, hingga eksploitasi anak. Jambore diharapkan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan anak-anak yang menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitarnya.

“Jambore tidak boleh hanya sekadar datang, menyanyi, puji-pujian, dengar firman Tuhan, lalu pulang. Harus ada pesan kuat yang dibawa pulang oleh anak-anak untuk menghadapi realitas hidup mereka… Itulah esensi dari anak Kristus yang berdampak. Mereka tidak hanya berdampak di dalam gereja, tetapi mereka juga harus menjadi garam dan terang di tengah-tengah lingkungan masyarakat mereka,” tegas Pdt. Saneb.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kupang, Josef Lede, menyatakan dukungannya terhadap pembinaan karakter anak-anak sejak dini. Menurutnya, aspek mental dan spiritual merupakan modal utama bagi masa depan daerah.

“Kita sepakat bahwa anak-anak ini masa depan, sehingga anak-anak harus dipersiapkan secara baik, baik secara mental, spiritual, dan lain-lain. Jadi kehadiran kegiatan ini juga dalam rangka bagaimana mempersiapkan anak-anak untuk masa depan, bagaimana mengenalkan mereka pada Kristus, dan lain sebagainya,” ujar Josef Lede.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan lembaga agama dalam menyukseskan pelayanan kemasyarakatan. “Kita pemerintah sangat berharap bahwa di dalam membangun daerah ini ada kolaborasi yang baik, terus berkolaborasi untuk melaksanakan pelayanan yang lebih baik ke depan,” tambahnya.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai program edukatif dan kreatif. Jenis kegiatan yang dilaksanakan antara lain Lomba Serba-Serbi Alkitab (SSA), Lomba Vokal Grup, Lomba Kolase Peta Timbul berbahan alam, Pelatihan Kelas Cerdas, serta pemutaran Layar Tancap.

Kegembiraan mengikuti acara ini salah satunya dirasakan oleh Ayu Dia Sarah Bolama (12), peserta utusan dari Jemaat Mispa Tete Budale (arah Pukdale). Ayu mengaku sangat senang karena suasana kegiatan yang sangat ramai dan dapat bernyanyi bersama rekan-rekan sebayanya.

Dalam jambore ini, Ayu berpartisipasi khusus dalam kategori Lomba Vokal Grup, sementara rekan-rekan sekontingennya mengikuti jenis lomba lain seperti Cerdas Cermat Alkitab (CCA) dan lomba kolase yang bahan alamnya disiapkan langsung di lokasi.

Pada akhir sesi acara pembukaan, suasana semakin meriah ketika Bupati Kupang Josef Lede memberikan kuis berhadiah secara langsung kepada seluruh peserta jambore sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk menyemangati anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. *