//Dampak Gempa Flores: PGI dan GMIT Mobilisasi Bantuan Oikoumenis untuk Wilayah Terdampak

Dampak Gempa Flores: PGI dan GMIT Mobilisasi Bantuan Oikoumenis untuk Wilayah Terdampak

KUPANG,www.sinodemgit.or.id,— Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), berdampak serius terhadap infrastruktur dan aktivitas masyarakat setempat. Berdasarkan data awal Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), sedikitnya 15 ruas jalan terputus. Akses jalan yang rusak menghambat proses asesmen, evakuasi, hingga penyaluran bantuan ke lokasi bencana.

Sejumlah warga mendatangi tempat-tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi tsunami. Hingga saat ini, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi logistik makanan dan obat-obatan.

Merespons kondisi darurat tersebut, PGI langsung menggelar rapat koordinasi bersama jejaring lembaga oikoumenis pada Sabtu (15/8/2026) pukul 14.00 WIB. Pertemuan lintas organisasi ini dihadiri oleh Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI, Sekretaris Eksekutif dan Kepala Biro (SE-Karo), Jejaring Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Bencana Indonesia (JAKOMKRIS PBI), Badan Pengurangan Risiko Bencana (BPRB) Sinode GMIT, YEU, Pelkesi, serta perwakilan PRB gereja-gereja seperti GKJ, GKI, PGIW Sumatera Selatan, GKSBS, dan GKP.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa GMIT memegang peran sebagai simpul utama koordinasi di tingkat lokal. Komisi PRB GMIT akan mengaktifkan Pos Terpadu yang berfungsi sebagai ecumenical hub (simpul koordinasi ekumenis) di tiga titik strategis, yakni Ruteng, Maumere, dan Bajawa.

Ketua BPRB Sinode GMIT, Pdt. Adi Amtaran menyatakan bahwa penyiapan Pos Terpadu dirancang untuk menyinergikan pasokan bantuan agar merata dan tidak menumpuk di area tertentu.

Melalui ecumenical hub ini, gereja-gereja dan lembaga mitra dari luar NTT dapat menyalurkan bantuan secara terarah sesuai prioritas kebutuhan warga di lapangan, terutama wilayah yang terisolasi akibat akses jalan putus.

Sementara itu, PGI berperan di tingkat nasional untuk menghubungkan dan memobilisasi sumber daya dari jejaring yang lebih luas. Sinergi antara gereja lokal yang memahami kondisi lapangan dan jejaring nasional diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat.

Proses pendataan dan pemataan kebutuhan warga terdampak gempa Flores terus berjalan secara berkala. PGI mengimbau seluruh jejaring oikoumenis untuk mendukung upaya penyelamatan serta mendoakan keselamatan warga Flores.*