//Perkuat Kemandirian Ekonomi Jemaat, 90 Vikaris GMIT Ikuti Pelatihan PSM di Loli Amanuban Timur

Perkuat Kemandirian Ekonomi Jemaat, 90 Vikaris GMIT Ikuti Pelatihan PSM di Loli Amanuban Timur

Foto: Pace F. Balukh

AMANUBAN TIMUR, www.sinodegmit.or.id, — Sebanyak 90 vikaris Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mengikuti Pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat (PSM) yang berlangsung di Agroekowisata Loli, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan peningkatan kapasitas pelayanan jemaat ini digelar selama lima hari, terhitung sejak Rabu (26/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

Pelatihan ini diselenggarakan untuk menghidupkan kembali gagasan strategis yang telah diinisiasi sejak puluhan tahun lalu. Melalui program ini, para calon pendeta dibekali berbagai keterampilan praktis dan pemahaman teologis agar mampu mendorong kemandirian gereja serta jemaat, khususnya di sektor pangan dan ekonomi berbasis kemasyarakatan.

Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa seluruh peserta pembekalan sedang mencetak sejarah baru melalui penguatan Program PSM tersebut. Langkah ini diambil agar gereja tidak lagi sekadar menjadi lembaga keagamaan formal yang pasif atau terus bergantung pada bantuan pihak luar.

“Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh gereja harus berakar kuat pada nilai-nilai spiritualitas. Pendekatan ini membedakan peran gereja dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya atau paham teologi kemakmuran,” ujar Pdt. Lay Abdi.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari gerakan ini bukan untuk mengejar praktik kapitalisme, melainkan membentengi jemaat dari keterpurukan ekonomi dan kemiskinan. Dengan demikian, jemaat menjadi berdaya dan gereja dapat tumbuh secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada pengajuan proposal bantuan.

Selama kegiatan, para peserta menerima rangkaian materi yang intensif dan beragam. Pembekalan mencakup aspek spiritualitas serta administrasi, seperti Etika Seorang Pelayan, Spiritualitas Seorang Pelayan, Menjadi Pelayan Yang Setia, Hak dan Kewajiban Pelayan GMIT, Administrasi (Surat-menyurat) Gereja, Perbendaharaan GMIT, hingga Digitalisasi Administrasi dan Data Jemaat. Selain itu, dibahas pula aspek teologi dan pelayanan melalui materi Peran Gereja Dalam Pemberdayaan Ekonomi Jemaat, Menyiapkan dan Menyampaikan Khotbah IPI, Pelatihan Khotbah (Langham), Merencanakan Program Berbasis HKUP, Metode Studi Kasus, serta Meditasi.

Tak hanya pembekalan teoritis, para vikaris juga dibekali keterampilan teknis dan aplikatif di lapangan. Materi praktis tersebut meliputi Budikdamper Aquaponik, Rekayasa Pakan Ternak Ayam & Babi, Teknologi Limbah Sebagai Sumber Energi, Pembuatan Bokashi Padat dan Budidaya Pepaya California, hingga Tekno Pangan.

Pdt. Lay berharap seluruh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak mengendap sebagai teori semata, tetapi wajib dipraktikkan secara nyata di medan pelayanan masing-masing. Evaluasi keberhasilan penerapan program pemberdayaan ini nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penempatan tugas pelayanan para vikaris ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Mollo Timur Pdt. Zadrak Malailak, Ketua Badan Pengelolaan Aset dan Pemberdayaan Ekonomi Pdt. Yunus Kay Tulang, serta Sekbid Pengembangan Personil Majelis Sinode GMIT Pdt. Jacob Eklemeus Niap.

Seluruh rangkaian pelatihan dijadwalkan ditutup dengan ibadah bersama seluruh vikaris di Jemaat Eklesia Loli pada Minggu (30/8/2026). (Kontributor: Pdt. Pace F. Balukh) *