//Majelis Sinode GMIT Menahbiskan Gedung Gereja Genesaret Danau Ina

Majelis Sinode GMIT Menahbiskan Gedung Gereja Genesaret Danau Ina

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan Gedung Gereja Genesaret Danau Ina, Klasis Kota Kupang Timur, pada Sabtu (12/9/2026). Peristiwa bersejarah ini berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Jemaat Genesaret Danau Ina yang berdiri sejak 27 April 2004.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie bersama Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, serta pelepasan burung merpati. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan kunci gedung gereja dari Panitia Pembangunan dan Majelis Sinode GMIT kepada koster, pengguntingan pita, hingga pembukaan pintu gereja untuk ibadah.

Ibadah penahbisan diawali prosesi pembawaan lilin, Alkitab, alat baptisan, dan perlengkapan perjamuan kudus. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Mercy P. Kapioru–Pattikawa selaku liturgos dan Pdt. Semuel B. Pandie sebagai pengkhotbah.

Dalam penahbisan tersebut, Pdt. Semuel B. Pandie menerima penyerahan gedung secara simbolis dari panitia pembangunan sebelum meresmikan penggunaan gedung ibadah tersebut.

“Saya sebagai hamba Yesus Kristus, menahbiskan gedung ibadah ini sebagai tempat beribadah dan melaksanakan semua kegiatan gerejawi lainnya bagi Jemaat Genesaret Danau Ina: dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus,” ujar Pdt. Semuel, yang disambut tiupan tois panjang dan gemuruh tambur.

Dalam khotbahnya yang diangkat dari Markus 6:53-56 dengan tema “Genesaret: Mengenal dan Menyembuhkan”, Pdt. Semuel menguraikan konteks historis dan sosial wilayah Genesaret pada zaman Perjanjian Baru. Meskipun dikenal subur bak “Taman Firdaus Mini”, tanah Genesaret saat itu dikuasai oleh para penguasa, pengikut Herodes, dan pejabat Romawi, sehingga penduduk aslinya terasing dan dibebani sistem pajak ganda.

Ia menegaskan bahwa tindakan penyembuhan Yesus di wilayah tersebut mengandung pesan kritik sosial dan spiritual yang mendalam terhadap ketidakadilan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar gereja masa kini menjadi ruang persekutuan yang saling mengenal, menghormati, dan menyembuhkan.

“Gereja diingatkan untuk tidak membuang orang-orang kecil, melainkan menjadi komunitas yang saling menghargai agar dapat menjadi pengikut Yesus yang sejati dan setia,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dalam sambutannya berharap keberadaan Gedung Kebaktian GMIT Genesaret Danau Ina dapat menjadi sarana memuliakan nama Tuhan sekaligus memperkuat kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Kiranya dari tempat ini lahir doa-doa yang menguatkan, keluarga-keluarga yang dipulihkan, anak-anak yang bertumbuh dalam iman, pemuda-pemudi yang memiliki masa depan, serta jemaat yang hadir membawa damai bagi masyarakat,” ungkap Melkiades.

Turut hadir dalam peresmian ini Ketua Majelis Jemaat Genesaret Danau Ina, jajaran Majelis Klasis Kota Kupang Timur, para pendeta GMIT, Lurah Lasiana, serta tamu undangan dan jemaat setempat.

Saat ini, Jemaat Genesaret Danau Ina dilayani oleh Pdt. Daud Tari dan Pdt. Nivlen M. Tari-Penu Moy. *