
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) resmi memberhentikan dengan hormat Pdt. Emr. Adelvina Hege sebagai karyawan GMIT penuh waktu dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan karena telah memasuki masa purnabakti (emeritasi) terhitung mulai 31 Agustus 2026. Ibadah Emeritasi sekaligus Serah Terima Jabatan yang berlangsung di Jemaat Anak Sulung Sikumana, Klasis Kota Kupang Barat, pada Minggu (6/9/2026).
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Selvi J. Zina, Pdt. Semuel B. Pandie, dan Pdt. Ingrid Tomasuy. Mengangkat refleksi dari Mazmur 119:105-128 mengenai firman Tuhan sebagai penerang jalan hidup, Pdt. Semuel B. Pandie menegaskan pentingnya kedalaman iman dibandingkan sekadar praktik beragama secara ritualis.
“Kritik utama terhadap orang percaya terletak pada ketidakmampuan membedakan antara sekadar beragama dan sungguh-sungguh beriman. Agama sering kali terjebak dalam ritual dan dogma semata, hingga era modern yang tunduk pada algoritma serta pencitraan konten di media sosial. Sebaliknya, iman yang sejati menuntut pembentukan spiritualitas yang mendalam agar setiap tutur kata, pendengaran, dan pola pikir mampu memancarkan karakter Kristus secara nyata,” ujar Pdt. Semuel.
Pdt. Semuel juga memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kesetiaan Pdt. Adelvina Hege selama bertahun-tahun menunaikan pelayanan gereja. Selain itu, ia menyampaikan pesan khusus kepada pendeta penerus pelayanan agar tidak rendah diri.
“Layanilah sebagai orang muda tetapi jangan seorang pun merendahkan dirimu. Milikilah karakter Kristus dalam diri dan melayani dengan setia,” pesan Pdt. Semuel.

Dalam sambutannya, Pdt. Emr. Adelvina Hege menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Majelis Klasis, rekan pendeta, serta jemaat di berbagai basis pelayanan yang pernah dipimpinnya, mulai dari Jemaat Shalom Nisum, Silo Habor Retraen, Alfa Omega Labat, Immanuel Batukadera, hingga Jemaat Anak Sulung Sikumana. Ia turut merenungkan dinamika panggilan pelayanan yang penuh tantangan.
“Diakui sebagai pelayan Tuhan itu mudah dan membanggakan, namun diperlakukan sungguh-sungguh sebagai seorang pelayan kerap kali tidak mudah. Oleh karena itu, mari senantiasa memandang kepada Kristus yang setia melayani hingga akhir,” ungkap Pdt. Adelvina.

Untuk melanjutkan pelayanan di Jemaat Anak Sulung Sikumana, Majelis Sinode GMIT menempatkan Pdt. Ingrid Leonarci Tomasuy, yang sebelumnya melayani di Jemaat Tilon Aknino Kuan Nanan Manulai 2, Klasis Kota Kupang Barat. Penempatan ini menjadi medan pelayanan keempat bagi Pdt. Ingrid.
“Setiap jemaat memiliki tantangan tersendiri, namun saya meyakini prinsip ‘kalau Tuhan yang utus, maka Tuhan yang urus.’ Saya memohon dukungan serta kerja sama seluruh majelis dan jemaat dalam menjalankan pelayanan ini,” tutur Pdt. Ingrid.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Majelis Klasis Kota Kupang Barat, UPP Personil Majelis Sinode GMIT, para pendeta GMIT, Lurah Sikumana, serta jemaat setempat.











