
KEFAMENANU,www.sinodegmit.or.id, – Jambore Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2026 resmi dibuka hari ini, Senin (29/6/2026). Kegiatan berskala sinodal ini berpusat di Jemaat Petra Kefamenanu, Klasis Timor Tengah Utara (TTU), Jalan Eltari, Kecamatan Kota Kefamenanu.
Acara yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut mempertemukan perutusan anak, remaja, dan taruna dari 57 Klasis di bawah naungan GMIT. Agenda ini dirancang sebagai wadah bagi generasi muda gereja untuk berjumpa, belajar, dan bermain bersama dalam ikatan iman.
Peserta dari berbagai daerah telah tiba di lokasi kegiatan dengan antusiasme tinggi. Salah satunya adalah perutusan dari Klasis Flores-Lembata yang siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukatif dan rohani selama sepekan ke depan.
Theresia Sarce Herepa, salah seorang peserta asal Klasis Flores-Lembata, mengungkapkan kegembiraannya dapat berpartisipasi dalam jambore ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas relasi antar-sesama kader GMIT.
“Kami datang membawa semangat, persahabatan, dan sukacita, bertumbuh bersama dalam iman,” ujar Theresia saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain sebagai ajang perjumpaan, Jambore PART 2026 juga berfokus pada pengembangan kapasitas diri peserta. Berbagai kelas khusus telah disiapkan panitia untuk mengasah bakat dan spiritualitas anak-anak.
Ketua Majelis Klasis (KMK) Flores-Lembata, Pdt. Imanuel Talan, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh dan berkarakter Kristiani.
“Melalui kegiatan ini karakter diri anak-anak GMIT terus diperkuat sebagai citra Kristus di tengah dunia dan potensi anak-anak makin terasah melalui kelas-kelas cerdas yang ada,” tutur Pdt. Imanuel.
Sebagai tuan rumah, Klasis TTU menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan acara ini. Keberhasilan jambore dinilai sebagai tanggung jawab kolektif seluruh warga gereja demi masa depan generasi penerus.
Ketua Majelis Klasis (KMK) TTU, Pdt. Andreas Nubatonis, menegaskan komitmen penuh dari panitia dan jemaat lokal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen.
“…kami terus mempersiapkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” kata Pdt. Andreas.
Acara pembukaan hari ini direncanakan akan dihadiri oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten TTU. Selain itu, upacara pembukaan juga akan disemarakkan oleh pertunjukan tarian teatrikal yang melibatkan 60 orang penari. *











