//Dua Pendeta Senior GMIT Memasuki Masa Pensiun, Ibadah Emeritasi Berlangsung di Jemaat Paulus Kupang

Dua Pendeta Senior GMIT Memasuki Masa Pensiun, Ibadah Emeritasi Berlangsung di Jemaat Paulus Kupang

Pdt. Jeheskial Adam (kiri) dan Pdt. Richard Bobie Mengi (kanan)

Kupang, www.sinodegmit.or.id – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memberhentikan dengan hormat Pendeta (Pdt.) Jeheskial Adam dan Pdt. Richard Bobie Mengi, sebagai karyawan GMIT karena telah memasuki usia pensiun. Akhir masa bakti tersebut ditandai melalui ibadah emeritasi yang berlangsung di Jemaat Paulus Kupang, Klasis Kota Kupang, pada Minggu (7/6/2026). Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Emr. Iriani A. Batubara Wonlele dan Pdt. Lay Abdi K. Wenyi.

Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi besar yang telah diberikan oleh kedua pendeta senior tersebut bagi pelayanan gereja. Ia mengenang keduanya sebagai pribadi yang tidak hanya kritis dalam menghadapi berbagai persoalan gerejawi, melainkan juga selalu hadir membawa solusi yang konstruktif.

“Terima kasih Bapak Jeki untuk warisan kekritisannya, saya belajar banyak hal dari Pak Jeki. Dan juga Pak Boby, mereka tidak hanya kritis tapi selalu menawarkan solusi,” ujar Pdt. Lay Abdi dalam pidatona.

Lebih lanjut, Pdt. Lay Abdi menekankan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan di lingkungan gereja merupakan hal yang lumrah, asalkan semua pihak tetap menyadari esensi tugas mereka sebagai pelayan Tuhan. Ia mengingatkan jemaat dan para pelayan agar tidak sekadar melontarkan kritik tanpa memberikan jalan keluar demi kemajuan pelayanan bersama.

“Jika iman tanpa perbuatan adalah mati, maka kritik tanpa solusi itu juga sama dengan kosong,” tegas Pdt. Lay Abdi.

Pdt. Jeheskial Adam lahir di Kupang pada 29 Mei 1966. Pelayanannya dimulai saat ditahbiskan menjadi pendeta pada usia 29 tahun terhitung tanggal 22 Juni 1997. Ia resmi memasuki masa pensiun pada 29 Mei 2026 dengan total masa kerja 30 tahun 4 bulan.

Rekam jejak pelayanan Pdt. Jeheskial mencakup berbagai penugasan penting. Beliau memulai pelayanannya sebagai Vikaris di Jemaat Petra Lidamanu, Klasis Rote Barat Daya pada tahun 1995. Dua tahun kemudian, ia diteguhkan menjadi Pendeta Jemaat Wilayah Manufui, Amfoang Utara (1997), sebelum dipindahkan ke Jemaat Wilayah Baob, Klasis Mollo Timur (2000), dan dimutasikan ke Jemaat Betania Baa, Klasis Lobalain (2001).

Selain melayani jemaat, ia juga dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Ketua Pengurus Wilayah Klasis (KPWK) Lobalain periode 2007–2011, Sekretaris Komisi Harta Milik MS GMIT di Kantor Sinode, serta Ketua Tim Hukum Advokasi dan Perdamaian MS GMIT pada tahun 2012. Selanjutnya, Pdt. Jeheskial melayani di Jemaat Kota Kupang (2016) dan terpilih sebagai Ketua Majelis Klasis (KMK) Kota Kupang periode 2020–2023. Akhirnya, ia melayani di Jemaat Paulus Kupang (2024) hingga memasuki masa pensiun.

Dalam sambutannya, Pdt. Jeheskial menceritakan bahwa ia mengawali pelayanan pada masa yang sulit di pedalaman Timor dengan kondisi transportasi yang belum lancar. Namun pada masa kini, menghadapi dinamika pelayanan akhir di Jemaat Paulus Kupang yang memiliki tantangan berbeda, ia tetap memuliakan nama Tuhan karena penyertaan-Nya (Eben-Haezer). Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yesus, Majelis Sinode GMIT, Majelis Klasis Kota Kupang, serta Majelis Jemaat dan Jemaat Paulus Kupang yang telah menerimanya dengan tulus selama 2,5 tahun terakhir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kelemahan dilakukan selama melayani.

“Sampai di sini Tuhan menolong saya dan telah memimpin ziarah pelayanan sampai saat ini. Saya terbatas dalam banyak hal, tetapi Tuhan menutupi itu sampai pada akhir batas pelayanan,” kata Pdt. Jeheskial.

Sementara itu, Pdt. Richard Bobie Mengi, S.Th., lahir di Ende pada 23 Mei 1966. Beliau resmi memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal 23 Mei 2026, setelah mendedikasikan hidupnya dalam pelayanan dengan total masa bakti selama 34 tahun 1 bulan.

Setelah penahbisan tersebut, Pdt. Richard mengawali tugas pertamanya di Jemaat Wilayah Seba Barat (1993–1996), lalu berpindah ke Jemaat Ephata Soe (1996–2001), Jemaat Wilayah Seba Selatan (2001–2004), Jemaat Ephata Ledemanu (2004–2008), dan Jemaat Wilayah Seba Kota (2008–2009), sebelum akhirnya kembali melayani di Jemaat Yeruel Seba Kota (2009–2016).

Selain pelayanan di jemaat, beliau juga dipercaya mengemban tugas struktural di Kantor Sinode GMIT sebagai Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Kategorial merangkap Sekretaris Bidang (Sekbid) Pembinaan Anak dan Remaja (PAR) periode 2016–2020. Selanjutnya, beliau kembali ke pelayanan mimbar di Jemaat Paulus Kupang (2020), hingga akhirnya menutup masa baktinya sebagai Sekbid Pastoral Umum UPP Pastoral MS GMIT di Kantor Sinode GMIT (2024) sampai memasuki masa pensiun.

Pada kesempatan tersebut, Pdt. Richard menyampaikan terima kasih kepada MS GMIT dan semua pihak atas dukungan yang diberikan selama ia melayani. Ia menitipkan pesan pastoral mengenai esensi Amanat Agung, yaitu tanggung jawab mendesak untuk menjangkau jiwa-jiwa di dunia yang belum mengenal Tuhan agar tidak ada satu pun jemaat atau “domba” yang terhilang atau binasa.

“Pergi, jadikanlah segala bangsa murid. Ada yang memiliki banyak persoalan, sakit, tertuduh, dan lain sebagainya, Tuhan juga ingin untuk mereka diselamatkan. Pergilah laksanakan amanat Tuhan itu,” pesan Pdt. Richard.

Turut hadir dalam acara emeritasi ini para pendeta GMIT, Majelis Klasis Kota Kupang, para pendeta emeritus, Badan Pembantu Pelayanan Sinode GMIT, Unit Pembantu Pelayanan Majelis Sinode GMIT, keluarga dari Pdt. Jeheskial Adam dan Pdt. Richard Bobie Mengi, serta Majelis Jemaat dan Jemaat Paulus Kupang.*