//Majelis Sinode GMIT Mutasikan Pdt. Christian Bureni ke Jemaat Maranatha Teunbaun, Gantikan Pdt. Doris Lopo Bois

Majelis Sinode GMIT Mutasikan Pdt. Christian Bureni ke Jemaat Maranatha Teunbaun, Gantikan Pdt. Doris Lopo Bois

Foto: Pace F. Balukh

AMARASI BARAT,www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memutasikan Pendeta (Pdt.) Christian Meny Hendrik Bureni untuk melayani di Jemaat Maranatha Teunbaun, Klasis Amarasi Barat. Pdt. Christian Bureni ditempatkan sebagai Wakil Ketua Majelis Jemaat Maranatha Teunbaun Periode Pelayanan Antar Waktu Tahun 2024–2027 guna menggantikan Pdt. Doris A. Lopo Bois yang kini telah terpilih menjabat sebagai Ketua Majelis Klasis (KMK) Amarasi Barat.

Ibadah pengutusan dan perhadapan pelayan baru yang dipimpin oleh Pdt. Semuel B. Pandie dan Pdt. Christian Meny Hendrik Bureni tersebut berlangsung di Jemaat Maranatha Baun, Klasis Amarasi Barat, Minggu (31/5).

Dalam khotbahnya, Pdt. Semuel B. Pandie menggarisbawahi pentingnya jemaat menerima dinamika mutasi dan pergantian pelayan dengan penuh sukacita serta kesetaraan, mengingat setiap pelayan memiliki misi tunggal yang sama, yaitu memberitakan Injil.

Pdt. Semuel mengingatkan jemaat agar tetap sehati sepikir, hidup dalam damai sejahtera, serta tidak terkotak-kotak menjadi golongan tertentu karena faktor figur kepemimpinan. Ia juga mendorong pengembangan spiritualitas martir di tengah masa transisi pelayanan.

“Mutasi atau pergantian pelayan adalah bagian dari dinamika pelayanan yang harus diterima dengan sukacita. Gereja tidak boleh terpecah karena figur pemimpin; yang menanam dan yang menyiram sama pentingnya, tetapi Allah-lah yang memberi pertumbuhan,” ujar Pdt. Semuel dalam khotbahnya.

Sementara itu, Pdt. Doris A. Lopo Bois tercatat melayani di Jemaat Maranatha Teunbaun selama 10 bulan 3 hari. Beliau mulai diperhadapkan di jemaat tersebut pada 27 Juli 2025, sebelum akhirnya terpilih menjadi KMK Amarasi Barat pada 20 Desember 2025.

Dalam sambutan perpisahannya, Pdt. Doris menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan, doa, dan pelajaran hidup mengenai kesabaran serta kerendahan hati yang diterimanya dari jemaat setempat. Beliau menegaskan bahwa kekuatan para pelayan Tuhan bersumber dari topangan doa jemaat dan kesetiaan pendampingan keluarga.

“Pelayanan bukan tentang seberapa lama seorang pendeta berada di suatu tempat, melainkan seberapa besar kasih Kristus yang ditinggalkan dalam hati umat-Nya. Gereja tidak dibangun oleh satu orang saja, melainkan oleh kebersamaan seluruh tubuh Kristus—yang menanam dan yang menyiram sama pentingnya, tetapi Allah-lah yang memberi pertumbuhan,” kata Pdt. Doris.

Untuk melanjutkan roda pelayanan ke depan, Pdt. Christian Meny Hendrik Bureni, yang sebelumnya melayani di Jemaat Bermata Jemaat Bena, Klasis Amanuban Selatan, akan bertugas bersama dengan Pdt. Ani Dupe-Rois. Dalam sambutan perdananya, Pdt. Christian memohon dukungan doa dari seluruh jemaat agar dapat melaksanakan tanggung jawab pelayanan yang baru ini dengan baik.

Kebaktian tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain Camat Amarasi, KMK Malaka, Majelis Klasis Amarasi Barat, Lurah Teunbaun, perwakilan keluarga Lopo Bois, keluarga Bureni, serta seluruh jemaat setempat. *