//Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gedung Baru Gereja Sion Oepura, Dirangkai Perhadapan Pendeta Baru

Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gedung Baru Gereja Sion Oepura, Dirangkai Perhadapan Pendeta Baru

KUPANG,www.sinodegmit.or.id,– Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mentahbiskan gedung baru Gereja Sion Oepura, Klasis Kota Kupang, pada Minggu (28/6/2026). Momentum ini dirangkai dengan acara perhadapan Pendeta (Pdt.) Jeanne Paula Tuulima-Konay, S.Si-Teol, serta pengutusan Pdt. Silfia Judith Constantine Foeh-Rozet, S.Si, yang dimutasikan ke Jemaat Koinonia Kupang.

Pembangunan gedung baru ini dilakukan karena konstruksi gedung lama telah berusia lebih dari 33 tahun, sehingga kondisinya tidak lagi kokoh. Selain itu, kapasitas tampung gedung lama sudah tidak memadai untuk mengakomodasi pertumbuhan jemaat yang saat ini telah mencapai 630 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.796 jiwa.

Proses pembangunan yang dimulai sejak peletakan batu pertama pada tahun 2019 ini memakan waktu selama sembilan tahun hingga akhirnya resmi ditahbiskan. Total anggaran yang dihabiskan untuk merampungkan fasilitas ibadah ini mencapai lebih dari Rp7 miliar. Dana tersebut bersumber dari swadaya jemaat, bantuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kota Kupang, serta kontribusi para donatur lainnya.

Makna Pelayanan dan Ruang Penerimaan Tanpa Syarat

Ibadah pentahbisan dipimpin oleh Pdt. Erlynardi Theoris Fullderita Riwu Rame Radja Dima dan Pdt. Saneb Y. Ena Blegur. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Kitab Matius 18:6-11, Pdt. Saneb mengajak seluruh jemaat dan pelayan untuk saling menguatkan, menopang, dan tidak menjadi batu sandungan bagi sesama, meneladani Yesus yang selalu membela kaum lemah dan rentan.

“Gedung tersebut menjadi ruang penerimaan tanpa syarat, merangkul semua orang, menjadi sarana ibadah serta menjadi ruang persekutuan untuk saling menopang dan tidak ada yang menjatuhkan satu sama lain,” ujar Pdt. Saneb.

Ia juga mengingatkan para pelayan agar menjalankan panggilan pelayanan sebagai “panggilan salib” dengan penuh kerendahan hati untuk menopang iman jemaat, serta menjauhi popularitas maupun godaan duniawi.

Apresiasi Pemerintah dan Dukungan Pembangunan Manusia

Acara ini dihadiri langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, anggota DPRD Kota Kupang, Direktur Bank Christa Jaya, Majelis Klasis Kota Kupang, para pendeta GMIT dan pendeta emeritus, serta perwakilan Jemaat Narwastu Noelbaki. Prosesi diawali dengan tarian Okomama untuk menyambut tamu undangan, pembacaan sejarah gereja, dan pelepasan burung merpati sebagai simbol pelepasan karya Allah. Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta penyerahan kunci gedung dari Majelis Sinode GMIT kepada koster untuk memulai ibadah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memberikan apresiasi tinggi kepada Jemaat Sion Oepura atas keberhasilan mendirikan gedung tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan sebuah kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada aspek pembangunan manusia.

“Membangun sebuah kota tidak hanya dari infrastrukturnya, tetapi membangun manusianya mulai dari pendidikan, kesehatan, masyarakat yang hidup gotong royong, dan saling menghargai. Baginya, peran Jemaat Sion ada pada hal ini,” kata dr. Christian Widodo. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang juga menyerahkan bantuan tunai senilai Rp30 juta.

Haru Panitia dan Suksesi Kepemimpinan Pelayanan

Ketua Panitia Pembangunan, Dr. Noven Bulan, mengungkapkan rasa haru dan syukur atas rampungnya proyek ini. Ia mengakui, jika melihat profil mata pencaharian jemaat yang sebagian besar keterbatasannya tinggi, secara rasional gedung ini sulit terwujud. Namun, berkat gotong royong dan pertolongan Tuhan, pembangunan dapat diselesaikan.

Di sisi lain, Pdt. Silfia Judith Constantine Foeh-Rozet, yang telah melayani di Jemaat Sion Oepura selama 3 tahun 10 bulan sejak tahun 2022, menyampaikan terima kasih atas dukungan jemaat, pemerintah, Bank Christa Jaya, dan pihak ketiga selama masa tugasnya.

Sementara itu, Pdt. Jeanne Paula Tuulima-Konay selaku pendeta yang baru diperhadapkan, menyatakan kesiapannya untuk melayani bersama keluarga. Ia berharap seluruh jemaat dapat memberikan dukungan penuh agar dirinya dapat menjalankan roda pelayanan secara sinergis bersama Pdt. Djeni Manuain-Bilaut yang telah bertugas di jemaat tersebut.*