
BAJAWA, www.sinodegmit.or.id, — Untuk memastikan optimalisasi tanggap darurat dan distribusi bantuan kemanusiaan, Majelis Sinode GMIT menjumpai para korban bencana dan meninjau Pos Terpadu Bencana Alam Ebenhaezer Bajawa pada Selasa (18/8/2026).
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, mengapresiasi dedikasi para relawan di Pos Terpadu Bajawa yang terus melayani di tengah keterbatasan. Ia menginstruksikan tim penanganan bencana untuk segera melakukan pemetaan data medis secara cermat guna mencegah krisis kesehatan lanjutan.
“Selain penanganan jangka pendek, tim perlu mengantisipasi potensi timbulnya berbagai penyakit di kamp pengungsian dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan melalui pemetaan data medis yang akurat,” ujar Pdt. Saneb.
Pdt. Saneb menambahkan bahwa GMIT berkomitmen melayani secara tulus sesuai visi gereja. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengingat tidak ada satu pun lembaga yang mampu menangani dampak bencana secara mandiri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pos Terpadu Ebenhaezer Bajawa Jemy Manu menegaskan bahwa penguatan sinergi, konsolidasi, dan pendataan cepat berbasis standar penanggulangan bencana menjadi kunci agar bantuan dari mitra, donor, dan lembaga internasional tersalurkan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan. Pihaknya memastikan penanganan di lapangan dilakukan secara inklusif tanpa membedakan suku, agama, maupun denominasi sebagai wujud kemitraan dengan pemerintah.
“Kehadiran fisik dan dukungan doa para pelayan pada fase awal tanggap darurat sangat krusial untuk menguatkan jemaat, sekaligus mendorong pemulihan masyarakat terdampak agar tidak terus berada dalam pola pikir sebagai korban, melainkan mampu bangkit dengan memupuk semangat ketangguhan dari dalam diri,” tegas Jemy.
Berdasarkan data laporan Pos Terpadu Bencana Alam Ebenhaezer Bajawa per 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 50 KK atau 150 jiwa di Jemaat Ebenhaezer Mbai mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan area perbukitan. Dua warga dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Ende, sementara laporan korban meninggal dunia nihil.
Wilayah pelayanan lain meliputi Pos Pelayanan Riung, Soa, Mataloko, dan Ebenhaezer Bajawa terpantau aman dari korban jiwa maupun luka-luka, meski mencatatkan kerugian material akibat kerusakan bangunan rumah.
Sebagai bentuk tanggap darurat awal, Pos Terpadu telah menyalurkan bantuan logistik ke wilayah Mbai. Tindak lanjut penanganan kini difokuskan pada verifikasi tingkat kerusakan rumah, pemantauan kesehatan pengungsi, penataan ulang stok bantuan, serta penyampaian informasi kebencanaan yang valid. *











