
SOE,www.sinodegmit.or.id, — Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Tois Neno, Pdt. Nelson Liem melantik 57 kepala sekolah baru dari jenjang TK/PAUD hingga SMA/SMK periode 2026-2030 guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Aula SMA Kristen 1 Soe, Jumat (5/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT Pdt. Norman M. Nenohai, Ketua Yapenkris Tois Neno Pdt. Nelson Liem, Ketua Yayasan Agape Soe, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengawas sekolah, serta para kepala sekolah terlantik yang didampingi oleh pendamping masing-masing.
Pdt. Nelson Liem, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan berharap sinergi antara pemerintah dengan pihak yayasan dapat terus terjaga demi mutu pendidikan di TTS. Dalam sambutannya, ia menginstruksikan para kepala sekolah yang baru diambil sumpahnya untuk segera melakukan pemetaan masalah di instansi masing-masing.
“Kepada Bapak ibu yang baru dilantik, selamat bekerja. Ini adalah kesempatan melayani Tuhan melalui pendidikan. Oleh karena itu, saya minta untuk kembali ke sekolah, analisa masalah baik-baik di Sekolah masing-masing,” ujar Pdt. Nelson Liem.
Mewakili Sinode GMIT, Ketua BPP Pendidikan Sinode Pdt. Norman Nenohai memberikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan tanggung jawab spiritual yang diemban oleh para kepala sekolah di lingkup GMIT.
“Kami menyampaikan selamat berbahagia kepada 57 Kepala sekolah yang telah menerima tugas tanggung jawab. Menjadi pemimpin di lingkup GMIT merupakan peristiwa iman yang luar biasa, Bapak Ibu akan membangun karakter imam generasi bangsa dan gereja,” kata Pdt. Norman Nenohai.
Pdt. Norman mendorong para kepala sekolah agar berkomitmen penuh dalam bekerja dan melayani di lingkungan sekolah maupun gereja dengan kesetiaan serta cinta kasih.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal tanggung jawab besar untuk mendongkrak mutu pendidikan di daerah tersebut. Ia mengapresiasi Yapenkris Tois Neno yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan Kristen yang berkualitas.
“Saya berharap para kepala sekolah yang dilantik hari ini mampu menghadirkan inovasi, membangun budaya kerja yang disiplin, memperkuat karakter peserta didik, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selain itu para kepala sekolah kiranya mampu mengembangkan budaya belajar yang kreatif, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan sekolah,” tegas Eduard.
Eduard juga berpesan agar para kepala sekolah mengutamakan kepentingan peserta didik dalam pengambilan kebijakan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan berkarakter Kristus.
“Saya percaya, dengan komitmen dan kerja keras bersama, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Kristen Tois Neno akan semakin maju dan mampu menghasilkan generasi yang unggul, cerdas, beriman, dan siap membangun Kabupaten Timor Tengah Selatan,” pungkas Eduard Markus Lioe.
Sebagai informasi, Yapenkris Tois Neno merupakan yayasan pertama yang meletakkan dasar pendidikan di Kabupaten TTS sejak tahun 1908. Hingga saat ini, terdapat 104 sekolah di Kabupaten TTS yang beroperasi di bawah naungan yayasan tersebut.*











