
KUPANG, www.sinodegmit.or.id,– Segenap keluarga besar Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tengah menyelimuti suasana duka mendalam. Pendeta Emeritus (Pdt. Emr.) Hendrik Herry Bire mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Biak pada Sabtu, 20 Desember 2025, dalam usia 71 tahun 1 bulan.
Prosesi pemakaman mendiang dilaksanakan hari ini, Rabu (24/12/2025), bertempat di kediaman keluarga, Kelurahan Sikumana RT 25/RW 10, Kota Kupang. Ibadah penguburan dipimpin oleh Pdt. Melkisedek Sni’ut, S.Th, M.Si sebagai pengkhotbah dan Pdt. Nahum D.E. Bilaut, S.Si sebagai liturgos.
Pdt. Emr. Hendrik Herry Bire merupakan putra kelahiran Sabu, 9 November 1954. Alumnus Fakultas Teologi UKAW Kupang ini memulai perjalanan pelayanannya di Jemaat Seba Selatan (1983–1990). Di wilayah tersebut, ia tidak hanya melayani sebagai pendeta, tetapi juga menginisiasi berdirinya Sekolah Pendidikan Guru Agama Kristen (SPGAK) Sabu dan menjabat sebagai kepala sekolah pertama.
Rekam jejak pelayanannya kemudian berlanjut di sejumlah jemaat, antara lain: Jemaat Betel Oesapa, Klasis Kupang Tengah (1990–1995); Jemaat GMIT Betel Kampung Baru Penfui, Klasis Kupang Tengah (1995–2000); Mengemban tugas tambahan di Jemaat Emaus Liliba dalam rangka persiapan kemandirian jemaat (2000); Jemaat Efata Soe, Klasis Soe (2000–2005).
Selain aktif di lingkup gerejawi, mendiang juga memberikan kontribusi di bidang politik dengan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTT masa bakti 2004–2009.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi mendiang. Ia menyebut bahwa pelayanan Pdt. Hendrik di Seba Selatan merupakan bukti nyata bahwa panggilan Allah sering kali dimulai dari tempat yang sunyi namun subur oleh kesetiaan.
“Keterlibatan mendiang sebagai pendiri SPGAK memperlihatkan dimensi holistik dari panggilan pelayanan; tidak hanya berfokus pada mimbar, tetapi juga pada pembentukan generasi. Secara teologis, ini adalah wujud nyata mandat gereja untuk mengajar dan memperlengkapi,” ujar Pdt. Saneb.
Pdt. Emr. Hendrik meninggalkan seorang istri, Martina Pdji Mone, serta empat orang anak: Indrayani Yukenbertin Hertin Bire, Little Vivi Sailendra Bire, Kresna Naomi Suhertini Bire, dan Velove Yuzaizu Herryna Bire. Kepergian mendiang juga meninggalkan duka bagi seorang menantu dan tiga orang cucu. ***











