
ROTE NDAO,www.sinodegmit.or.id,– Pembukaan Perayaan Paskah perdana Kabupaten Rote Ndao berlangsung di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Rabu (8/4). Perayaan bersejarah ini mengolaborasikan misi spiritual gereja dengan peringatan HUT ke-24 Kabupaten Rote Ndao melalui rangkaian aksi kemanusiaan dan perlombaan budaya hingga 10 April mendatang.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Ia menekankan bahwa kehadiran gereja tidak dapat dipisahkan dari akar budaya masyarakat setempat.
“Makna Paskah adalah momentum untuk menyatukan hati dan bangkit sebagai ciptaan baru. Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat Rote Ndao. Tema Paskah yang mengangkat unsur budaya sangat relevan, karena gereja harus hadir dan menyapa umat di tengah-tengah kehidupan serta budaya mereka,” ujar Pdt. Semuel B. Pandie.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata penguatan persaudaraan dan pelestarian identitas daerah. Ia menjelaskan bahwa pemilihan waktu kegiatan ini bertepatan dengan perubahan tanggal HUT Rote Ndao menjadi 10 April sesuai amanat undang-undang.
“Kegiatan ini memiliki makna mendalam. Lomba kebalai adalah wujud kecintaan kita pada budaya lokal, sementara paduan suara adalah ekspresi iman kita. Selain mempererat persaudaraan antarumat beragama, perayaan ini terbukti memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku UMKM di Rote Ndao,” ungkap Bupati Paulus Henuk.
Sementara itu Ketua Panitia Perayaan, Pdt. Izal De Haan, dalam laporannya menjelaskan bahwa Paskah 2026 ini mengusung misi kemanusiaan dan pesan kebangkitan Kristus. Acara ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Daerah, GMIT, berbagai denominasi gereja, serta dukungan sektor perbankan seperti Bank NTT.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan rohani dan budaya yang melibatkan klasis-klasis GMIT di seluruh Rote Ndao, antaralain: lomba paduan suara, tari tradisional Kebalai, dan dance rohani. Perlombaan ini dipusatkan di dua titik utama, yakni Lapangan Christian Nehemia Dillak (pusat lomba kebalai dan dance rohani) serta Gereja Betania Ba’a (pusat lomba paduan suara).
Selain itu, akan digelar pawai paskah yang melibatkan ribuan umat dan perayaan HUT Rote Ndao, Ibadah syukur akbar Paskah hingga puncaknya pada syukur HUT ke-24 Kabupaten Rote Ndao.
Pembukaan secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Sinode GMIT bersama Bupati Rote Ndao. Sebelumnya telah digelar pameran Pembangunan, EXPO UMKM dan panggung hiburan.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Rote Ndao, Majelis Sinode GMIT, para Ketua Majelis Klasis di Rote Ndao, unsur Forkompimda Kabupaten Rote Ndao, para Pendeta GMIT dan sejumlah tokoh penting lainnya. **











