//Tekan Angka HIV/AIDS di NTT, Sinode GMIT dan Pemkot Kupang Jalin Kolaborasi Pelayanan SADHA

Tekan Angka HIV/AIDS di NTT, Sinode GMIT dan Pemkot Kupang Jalin Kolaborasi Pelayanan SADHA

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Pemerintah Kota Kupang menggagas kolaborasi strategis untuk menangani tingginya angka kasus HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama ini berfokus pada kegiatan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan bagi Saudara dengan HIV/AIDS (SADHA).

Rencana kolaborasi tersebut disampaikan dalam pertemuan audiensi antara Majelis Sinode GMIT dengan Penjabat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil merespons data Dinas Kesehatan Provinsi NTT tahun 2025 yang mencatat jumlah kasus HIV secara kumulatif mencapai 9.295 orang, dengan angka kematian sebanyak 1.404 orang atau sekitar 15 persen.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, menegaskan bahwa salah satu fokus utama dalam gerakan ini adalah transformasi cara pandang masyarakat terhadap penderita. GMIT kini menggunakan istilah SADHA (Saudara dengan HIV/AIDS) sebagai pengganti istilah sebelumnya untuk menghapus stigma negatif.

“Hal paling mendasar yakni perubahan cara pandang. Para penderita tidak lagi disebut sebagai ODHA, tetapi SADHA (Saudara dengan HIV/AIDS) untuk menolak stigma dan menegaskan martabat manusia, sebab mereka membutuhkan dukungan yang penuh,” ujar Pdt. Samuel B. Pandie.

Sebagai bentuk aksi nyata, Majelis Sinode GMIT telah memiliki modul pendampingan komprehensif. Program ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pelaksanaan lokakarya, pendampingan pastoral dan spiritual, penyaluran diakonia, hingga produksi video edukasi guna menekan angka persebaran kasus di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan data yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perbaikan sistem pendataan oleh Dinas Kesehatan guna mengungkap krisis yang selama ini tidak terdeteksi dengan baik.

“Ini hanyalah puncak dari krisis yang tersembunyi selama ini. Tingginya angka ini bukan baru terjadi pada tahun 2025, salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan kesehatan seksual. Pemerintah Kota akan mendukung penuh kerja sama ini melalui materi HIV/AIDS, pendampingan kesehatan, hingga penanganan SADHA,” jelas dr. Christian Widodo.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Pemerintah Kota Kupang dan Sinode GMIT akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama teknis nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang guna memastikan implementasi program berjalan efektif di lapangan.*