
Apa yang menjadikan moment kenaikan Yesus itu penting?
Pertama, untuk menyediakan tempat tinggal di rumah Bapa. Kedua, supaya Roh Kudus diutus untuk menyertai dan memperlengkapi para murid dalam tugas panggilan sebagai saksi Kristus. Kisah Petrus berkhotbah kemudian ribuan orang bertobat dan memberi diri dibaptis adalah buah karya Roh. Ketiga, Kenaikan Yesus sebagai konfirmasi bahwa tugas-Nya di dunia ini sudah selesai dan murid- murid diperintahkan untuk menjadi saksi Injil dari Yudea sampai ke ujung dunia.
Jika tidak ada momen kenaikan maka tidak ada Pentakosta dan gereja tidak terbentuk. Jika gereja tidak terbentuk maka tak ada gunanya Yesus menyiapkan tempat di Rumah Bapa.
Kisah kenaikan mengubah suasana duka, kalut, dan sedih menjadi pengharapan yang membuat para murid bertekad untuk setia dalam mengikuti Sang Guru dan menjadi saksi yang rela berkorban.
Pertanyaan para murid sebenarnya cukup “memprihatinkan”, ternyata konsep berpikir mereka masih keliru (ayat 6). Yesus menjawab bahwa bukan wewenang manusia untuk mengetahui kapan waktu pemulihan atas segala sesuatu (7). Yesus menekankan bahwa ada hal penting yang lebih nyata untuk dilakukan para murid, yaitu menjadi saksi Kristus (8). Ini adalah wasiat yang diberikan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga (9).
Kenaikan Yesus mengalihkan fokus murid-murid dari pemulihan kerajaan politis Israel yang ekslusif kepada misi Kerajaan Allah yang lebih inklusif. Para murid menganggap bahwa kerajaan Allah terbatas untuk bangsa Israel atau orang-orang Yahudi saja, hal ini terlihat dari kata-kata: ‘kerajaan bagi Israel’ (6). Yesus mengoreksi kesalahan mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus menjadi saksi, bukan hanya di Yerusalem dan Yudea saja, tetapi juga di Samaria, dan sampai ke ujung bumi (8). Urut-urutan tersebut menunjukkan bahwa pemberitaan Injil tidak dibatasi hanya pada daerah-daerah tertentu, tetapi dimulai dari tempat kita masing-masing sampai ke seluruh pelosok bumi ini, sehingga semua orang mendengarkan Injil.
Bukan kemenangan politik lewat peperangan yang Yesus janjikan, tetapi sebuah kemenangan rohani melalui kesaksian para murid yang didukung oleh Roh Kudus. Kemenangan itu patut diwujudnyatakan di dalam dan melalui diri orang-orang yang percaya di dalam dunia.
Fokus para murid bukan tentang waktu atau kronos tetapi tentang apa misi kita di dunia? Urusan pemulihan kerajaan itu urusan Bapa, urusan kita adalah membuat dunia mengenal Kristus.
Mereka masih berpikir bahwa Yesus akan menjadi Raja dan mereka akan menduduki jabatan-jabatan penting di sekitar Dia. Mereka lupa bahwa Kerajaan Allah bukan tentang wilayah dan kuasa politik, melainkan tentang hati dan hidup manusia yang selalu dipenuhi dengan Roh Kudus. Kerajaan Allah yang bersifat rohani ditegakkan ketika manusia tunduk dan mengakui kedaulatan Allah atas hidupnya.
Ay 10-11, peristiwa kenaikan itu fenomenal dan dasyat, murid- murid memandang dengan takjub. Dalam rasa takjub itu mereka ditegur oleh malaikat: “hai orang- orang Galilea mengapa kamu berdiri dan menatap ke langit?” Pesan dari ayat ini adalah; cukupkanlah rasa heran kamu, cukupkanlah takjubmu, ada tugas dan misi yang harus kamu lakukan. Boleh fokus ke atas/ langit tetapi jangan lupa tugas di bumi. Urusan bumi belum selesai, bumi masih membutuhkan layanan kamu yaitu seluruh bumi patut menegenal Kristus. Banyak kali kita terpukau dan takjub melihat pencapaian- pencapaian yang spektakuler lantas lupa bahwa hidup terus berjalan dan kita harus terus melanjutkan misi bagi dunia.
Philip Yancey, dalam bukunya “Bukan Yesus yang Saya Kenal”, mencoba menjawab pertanyaan tentang apa yang dilakukan Yesus setelah naik ke surga? Yesus tak hanya menerima kemuliaan dan duduk kembali di takhta suci-Nya tetapi juga sekaligus memberikan kesempatan bagi orang percaya untuk menjadi saksi-Nya.
Dalam perikop ini kita belajar tentang suatu misi, kuasa, dan jangkauan seorang saksi Kristus. Tugas menjadi saksi merupakan tugas semua orang Kristen, bukan hanya pendeta dan para presbiter, jemaat pun harus menjadi saksi.
Makna kenaikan dan kedatangan Kristus yang kedua
Hal penting yang tidak bisa kita abaikan dari Kenaikan Yesus adalah bahwa kenaikan merupakan konfirmasi dan jaminan pasti bahwa kelak Kristus akan datang kembali. Kenaikan Kristus merupakan akhir karya Kristus di bumi, sekaligus permulaan sejarah gereja yang berlangsung hingga Kristus datang kembali.
Orientasi Dia datang kembali mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan datang kembali dunia telah disiapkan oleh gereja. Apa jadinya bila Dia datang dan bumi sudah rusak?, apa jadinya jika iman dan moral manusia mulai merosot? Orang percaya punya tugas untuk menyiapkan tempat jika suatu kelak Dia datang kembali. Tugas kita untuk membuat bumi penuh dengan damai, keadilan dan kebenaran.
Misi pelayanan Kristen tidak boleh egoistis: berjuang demi “agama”, etnis/suku, /keluarga, pribadi dst. Misi kita adalah perjuangan yang mengorbankan diri dan bukan demi keuntungan diri/golongan sendiri. Kesaksian” yang mementingkan diri/golongan bukanlah kesaksian sejati yang menaati tuntunan Roh Kudus.
Refleksi
Bapak/ Ibu dan Saudara/I sekalian bagaimana dengan misi kita? sejauhmana kita membuat dunia mengenal Tuhan.Apakah kita terus memberi hati dan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus dalam bersaksi kepada dunia dan menjadikan dunia ini sebagai tempat di mana Allah menjadi Raja di dalam hati orang-orang yang percaya?
Marilah kita terus bersaksi sambil menanti kedatangan Kristus yang kedua. Taggung jawab kita setiap merayakan kenaikan yakni kita tidak hanya mengingat kenaikan Yesus tetapi juga mengingat bagaimana Yesus turun kelak. Fokus kita bukan sekedar pada bagaimana Dia naik ke sorga tetapi siapkah saudara dan saya saat kelak Dia turun?
Yesus menegaskan bahwa kesaksian orang percaya adalah buah dari Roh Kudus. Ketika Roh Kudus hadir dalam hidup kita, maka kita semua akan menyatakan tentang Kristus dan menyaksikan Dia dalam hidup kita. Kesaksian kita tentang Kristus bukanlah beban melainkan sebagai bentuk ungkapan syukur dan bentuk nyata dari iman kita kepada Kristus.
Mari kita mulai bersaksi dari ‘Yerusalem’ kita masing-masing, yaitu keluarga, tempat kerja, sekolah/kampus atau lingkungan kita. Ingat, keberhasilan dalam pemberitaan Injil bukan pada kemampuan dan kapasitas kita melainkan pada intervensi kuasa Roh Kudus. Mari belajar dari para murid, pasca kenaikan Yesus, Mereka hanya kawanan kecil, mereka bukan orang-orang yang memiliki nama besar atau kekuatan tertentu. Di antara sebelas rasul, sebagian besar pernah melarikan diri atau menyangkal Yesus, dan punya konsep Kerajaan Allah yang masih keliru (ayat 6). Tetapi Roh Kudus mengubah mereka menjadi Saksi Kristus yang luar biasa. Tuhan kiranya menolong kita menjadi saksi Kristus. AMIN











