
Kupang, www.sinodegmit.or.id, Bertolenes Haki, S.Pd, Gr dilantik menjadi Kepala Sekolah SD GMIT Koro’oto, Klasis Amarasi Selatan menggantikan Anthon Marianus All Taopan, S.Pd yang telah purna bakhti.
Acara serah terima jabatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yudistira M. Nalle berlangsung di Jemaat Pniel Koro’oto, Klasis Amarasi Selatan, Selasa (14/4).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Pembina dan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Meusine, Kupang, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Camat Amarasi Selatan, Ketua Majelis Klasis Amarasi Selatan, Ketua dan Sekretaris Badan Pendidikan Sinode GMIT, Kepala Desa Nekamese, para Pendeta GMIT, para Guru SD se-Kecamatan Amarasi Selatan, orang tua dan siswa/i.
Wakil Ketua Sinode GMIT dalam suara gembalanya menghimbau para pendidik untuk membangun karakter siswa di sekolah-sekolah GMIT.
“Dinamika tantangan zaman sekarang ini, kita perlu membangun komitmen untuk mendidik anak-anak tidak hanya pintar, tetapi harus berkarakter Kristus. Itu yang menjadi pembeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Kita perlu mengembangkan kompetensi secara lokal maupun nasional, serta mengimplementasikan kurikulum Pendidikan berkarakter Kristus, yang telah disusun oleh Badan Pendidikan Sinode,” kata Pdt. Saneb.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bp. Anthon Taopan yang telah mendedikasikan waktu, tenaga dan hikmat, bersama guru-guru dalam mendidik anak-anak. Sedangkan untuk Bp. Bertolenes, Pdt. Saneb berharap melanjutkan visi yang sudah dibangun bersama, berkolaborasi untuk melaksanakan visi dan misi Pendidikan GMIT.
Ia juga mengapresiasi langkah Yayasan Meusine yang menjadikan sekolah ini sebagai sekolah pertama di lingkup GMIT dengan manajemen sepenuhnya di bawah pengelolaan yayasan tersebut. Sekolah tersebut berdiri sejak tahun 1951, memiliki 6 rombel dan 8 guru.

Sementara itu, Bp. Anthon dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kepemimpinannya selama 4 tahun di sekolah tersebut.
“Ada suka duka, ada berbagai pergumulan yang kami lewati, termasuk tenaga guru dan kondisi Gedung sekolah, hingga kami mendapat bantuan 2 unit gedung melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kabupaten Kupang. Terima kasih,.. terus berkolaborasi dengan Yapenkris, Badan Pendidikan dan Pemda, karena masih banyak pergumulan. Terus bekerja dengan tekun untuk masa depan anak-anak yang lebih baik,” pesan Bp. Anthon.
Sedangkan Bertolenes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bp. Anthon yang telah meletakan fondasi yang baik. Ia juga memohon dukungan gereja, para orang tua siswa dan komite dengan bekerja sama untuk memajukan sekolah tersebut.
Di akhir acara, dilakukan aksi penanaman anakan pinang di halaman sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan alam dan menandai momen bersejarah hari ini. **











