//Pdt. Titus Matingata Memasuki Masa Emeritasi Setelah Pelayanan 32 Tahun di Klasis Mataru

Pdt. Titus Matingata Memasuki Masa Emeritasi Setelah Pelayanan 32 Tahun di Klasis Mataru

Foto: Pdt. Tonias Nalle

ALOR,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memberhentikan dengan hormat Pdt. Titus Matingata dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai karyawan GMIT penuh waktu karena memasuki usia pensiun. Prosesi emeritasi ini dilaksanakan melalui ibadah di Jemaat Bermata Jemaat Mataru Barat Daya, Mata Jemaat Sion Rumalelang, Klasis Mataru, pada Senin (22/6/2026).

Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Zimrat M. S. Karmany. Berdasarkan bacaan Alkitab Keluaran 4:1-5, Pdt. Zimrat menyampaikan khotbah mengenai keteladanan kesetiaan melalui sosok Pdt. Titus Matingata yang melayani di kampung hingga masa emeritasi.

Melalui kisah panggilan Musa, Pdt. Zimrat menjelaskan bahwa Tuhan memanggil hamba-Nya bukan berdasarkan kesempurnaan, melainkan memberdayakan keterbatasan melalui ketaatan. Perintah menangkap ekor ular disebut sebagai simbol ketaatan; saat hamba Tuhan melakukan bagiannya di tengah tantangan, Tuhan yang memampukan pelayanan tersebut.

Khotbah ini juga berisi pesan agar jemaat menyerahkan apa yang ada di tangan mereka untuk dipakai sebagai berkat bagi sesama. Pdt. Zimrat menyatakan bahwa kesetiaan yang berlandaskan takut akan Tuhan adalah kunci dalam keberlanjutan estafet pelayanan. Ia menegaskan bahwa selama Tuhan yang mengutus, Ia yang akan menjamin kehidupan serta memberkati setiap hamba-Nya, sebagaimana perjalanan pelayanan Pdt. Titus Matingata hingga masa pensiun.

Dalam sambutannya, Pdt. Titus Matingata menjelaskan keputusannya untuk tetap bertahan melayani di wilayah Mataru Barat Daya hingga akhir masa baktinya.

“Waktu saya dipanggil oleh Ketua Majelis Klasis (KMK) Mataru untuk mutasi lebih dekat, saya bilang biar saya tetap di Mataru Barat Daya sampai pensiun saja. Karena medan yang begitu berat, tidak ada pendeta yang mau datang,” kata Pdt. Titus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jemaat dan Majelis Sinode atas dukungan baginya selama melayani.

“Terima kasih kepada jemaat yang sudah menopang saya dalam pelayanan serta terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT yang telah mempercayakan saya melayani,” ujarnya.

Foto: Pdt. Tonias Nalle

Pdt. Titus Matingata lahir pada 22 Juni 1966. Setelah menyelesaikan pendidikan teologi, ia ditahbiskan menjadi pendeta GMIT pada tahun 1994. Ia mengakhiri pelayanannya di Jemaat Bermata Jemaat Mataru Barat Daya dengan total masa kerja keseluruhan selama 32 tahun 11 bulan.

Atas pelayanan tersebut, Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih atas kesetiaannya dalam melayani.

“Kami menaruh hormat pada karya pelayanan Pdt. Titus yang memiliki jiwa pelayanan yang luar biasa. Kami mohon maaf kalau ada buat kesalahan kepada Pdt. Titus,” kata Pdt. Zimrat.

Acara ini dihadiri oleh Majelis Klasis Mataru, Ketua UPP Personis Majelis Sinode GMIT Pdt. Tonias Nalle, keluarga besar Matingata, serta jemaat setempat.*