
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperhadapkan dua tim pelayanan strategis, yakni Tim Pelayanan Konselor Aplikasi Kawan Cerita dan Tim Pelayanan Kajian Klinik Pastoral Terpadu GMIT. Acara perhadapan tersebut berlangsung dalam ibadah di Jemaat Lahairoi Kuanheun, Klasis Kupang Barat, pada Minggu (20/9/2026).
Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa pembentukan kedua tim ini merupakan respons gereja terhadap perubahan dunia dan pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, meski teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) mampu mengerjakan berbagai hal, tugas pastoral yang berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan tetap menjadi panggilan gereja yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
“Dua tim pelayanan ini akan terkoneksi satu sama lain. Namun program ini bukan untuk menjawab persoalan secara instan, melainkan sebagai pintu masuk pelayanan pastoral. Kehadiran tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater menunjukkan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memaksimalkan pelayanan, sekalipun masa kerja tim ini terbilang singkat yakni satu tahun,” ujar Pdt. Lay.
Tim Pelayanan Konselor Aplikasi Kawan Cerita bertugas menyediakan layanan konseling pastoral digital yang mudah diakses jemaat, meningkatkan literasi digital, serta menjamin seluruh proses konseling berjalan sesuai etika profesi dan prinsip kerahasiaan.
Sementara itu, Tim Pelayanan Kajian Klinik Pastoral Terpadu GMIT bertugas memimpin dan mengoordinasikan seluruh proses kerja, mengelola administrasi, melaksanakan kajian multidisiplin (teologis-pastoral, psikologis, medis/kesehatan jiwa, dan legalitas), hingga menyusun laporan akhir untuk pengusulan kelembagaan klinik kepada Majelis Sinode GMIT.
Tim Pelayanan Konselor Aplikasi Kawan Cerita, antara lain Pdt. Jeni M. Bailao, S.Si., M.A., Pdt. Marta Tumiar Faomasi Sinaga, M.Si-Teol., Pdt. Emr. Iraini Amelia Wonlele, M.Th., Pdt. Emr. Elyanor Verogina Nalle, S.Th., Pdt. Erlynardi Theoris Fullderita Radja Dima, S.Th., Pdt. Yulian Widodo, M.Th., Pdt. Emr. Yatty Yohana Gertruyda Malada, S.Th., M.Pd., Pdt. Netty Suryani Dubu, S.Si-Teol., M.Si., Pdt. Yosinta Adelena Adriana Loudoe, S.Th., Pdt. Christine Requel Paulina Anggriete Nisnoni, S.Si-Teol., dan Pdt. Apliana Soli Padaka Kalegotana, S.Si., M.H.
Sedangkan Tim Kaji Klinik Pastoral Terpadu terdiri dari Pdt. Apliana Soli Padaka Kalegotana, S.Si., M.H. (Ketua), Pdt. Yulian Widodo, M.Th. (Wakil Ketua), dan Pdt. Serli Elis Hermanoes, S.Th., M.Si. (Sekretaris). Tim ini juga beranggotakan para pakar lintas disiplin, seperti psikiater Dr. Dikson Legoh, Sp.KJ., serta dua psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kupang, Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi. dan Rizky Pradita Manafe, S.Psi., M.Psi. Anggota tim lainnya meliputi Pdt. Yeri Yacob Hawu, S.Th., Pdt. Melky Joni Ulu, M.Th., Pdt. Marta Tumiar Faomasi Sinaga, M.Si-Teol., Pdt. Jeni Marlina Bailao, S.Si., M.A., dan Pdt. Melkisedek Sni’uth, M.Si.

Melalui perhadapan ini, GMIT berharap pelayanan pastoral berbasis digital maupun kelembagaan klinik terpadu dapat memberikan pendampingan kesehatan mental dan jiwa yang makin maksimal bagi seluruh jemaat.
Kebaktian perhadapan ini dipimpin oleh Pdt. Johanis Triyanus Salukhfeto dan turut dihadiri oleh Jemaat setempat. *











