
KUPANG,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) resmi melepas karyawannya, Yosia Abia Mbura, S.H., yang telah memasuki masa pensiun. Acara pelepasan tersebut digelar dalam ibadah di Gedung GMIT Center Kupang, Senin (13/7/2026).
Yosia Abia Mbura mengakhiri masa baktinya terhitung mulai 10 Juli 2026 setelah mendedikasikan diri selama 38 tahun 4 bulan di lingkup pelayanan Sinode GMIT. Dilahirkan pada 10 Juli 1966, ia pertama kali diterima dan mulai bekerja sebagai karyawan GMIT pada tahun 1988 silam.
Selama hampir empat dekade mengabdi, Yosia tercatat telah melewati dinamika pelayanan di tiga bidang kerja yang berbeda di lingkungan Kantor Majelis Sinode GMIT. Ia mengawali kariernya sebagai tenaga administrasi di Bagian Umum, kemudian berpindah tugas ke Pusat Dokumentasi, dan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai staf pada Bidang Personil Majelis Sinode GMIT.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas loyalitas yang ditunjukkan oleh Yosia. Menurutnya, rentang waktu pengabdian yang sangat panjang tersebut merupakan bukti nyata dari sebuah ketekunan dan komitmen iman dalam berorganisasi.
“Dengan banyak pengalaman bekerja di Kantor Sinode GMIT, hal ini menunjukkan adanya keberhasilan yang menjadi bukti dari ketekunannya. Kami menyampaikan terima kasih yang tulus atas seluruh karya pelayanan yang telah dipersembahkan bagi kemajuan GMIT,” ujar Pdt. Semuel B. Pandie.
Sementara itiu, dalam sambutannya, Yosia Abia Mbura menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada institusi GMIT serta seluruh jajaran Majelis Sinode yang telah memberikan ruang bagi dirinya untuk berkarya sejak usia muda. Ia mengakui bahwa lingkungan kerja di sinode menjadi wadah pembentukan karakter dirinya.
“Terima kasih atas kesempatan berharga untuk bekerja dan melayani di tempat ini. Majelis Sinode selalu mendidik, membimbing, dan mengarahkan saya dalam menjalankan tugas-tugas administratif selama ini,” ungkap Yosia.

Di hadapan para hadirin, Yosia juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala kekhilafan, kekurangan, maupun kesalahan yang mungkin pernah ia lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja selama masa dinasnya.
Selain melepas Yosia Abia Mbura, momentum ibadah syukur ini juga dipadukan dengan acara perpisahan bagi Pdt. Emr. Richard Bobie Mengi yang telah memasuki masa emeritasi sejak 23 Mei 2026. Jabatan terakhir yang diemban oleh Pdt. Richard adalah sebagai Sekretaris Bidang Pastoral Umum pada Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pastoral Majelis Sinode GMIT untuk periode pelayanan 2024–2027.
Dalam sambutannya, Pdt. Richard mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan dinasnya sebagai pendeta. Ia mengisahkan pengalamannya yang dinamis, mulai dari melayani jemaat pelosok desa hingga area perkotaan.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama, dan semua ini murni karena kebaikan Tuhan yang luar biasa. Masa-masa di lingkup Sinode GMIT menjadi kesempatan berharga untuk belajar, berdiskusi, dan sama-sama menggumuli pelayanan ini ke depan,” pungkas Pdt. Richard.
Acara ini dihadiri oleh Majelis Sinode GMIT, Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Sinode, Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Majelis Sinode, para karyawan kantor, serta sejumlah mahasiswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan di Kantor Majelis Sinode GMIT. *











