//Dukacita Mendalam GMIT Atas Meninggalnya Pdt. John Ly Dali

Dukacita Mendalam GMIT Atas Meninggalnya Pdt. John Ly Dali

Sabu, www.sinodegmit.or.id, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berdukacita atas meninggalnya Pdt. John Ly Dali, S.Th pada Jumat, 17 Oktober 2025 di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Kupang karena menderita sakit. Ia meninggal dunia dalam usia 49 tahun 4 bulan 2 hari dan dikuburkan pada Senin 20 Oktober 2025 di Terdamu Seba, Sabu.

Pdt. John lahir di Seba, 16 Juni 1976. Setelah mencapai gelar sarjana teologi pada UKAW Kupang (2009), ia di tahbiskan menjadi Pendeta GMIT dan melayani di Jemaat Ebenhaezer Lokojuli – Klasis Sabu Barat dalam periode pelayanan tahun 2016 s/d 2020;

Selanjutnya melayani di Jemaat Syalom Raeliu Klasis – Sabu Barat (2020 s/d 2023) dan berakhir di Jemaat Ebenhaezer Menia – Klasis Sabu Barat Raijua (2024-2027). Ia mengakhiri pelayanannya dengan masa kerja 11 Tahun 4 Bulan.

Pdt. John menikah dengan Junita Ira Kadja Pau dan dikaruniai seorang anak, yakni Handhika Adhitya Pratama Ly Dali.

Bendahara Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, dalam suara gembalanya, mengenang mendiang Pdt. John yang turut berjuang dalam pendirian Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa, Klasis Kota Kupang Timur. Pdt. John juga yang mengusulkan nama jemaat tersebut, yaitu ‘Diaspora’, yang dipakai hingga sekarang ini.

“Gereja Masehi Injili di Timor merasakan dukacita yang sangat mendalam bersama Keluarga Besar Ly Dali… atas kepergian Pdt. John untuk selamanya,“ kata Pnt. Yefta.

Ia juga berpesan kepada para Pendeta untuk memperhatikan aspek kesehatan, mengatur rutinitas pelayanan, dan waktu untuk beristirahat yang menjadi bagian yang penting dalam pelayanan.

Ungkapan duka juga disampaikan salah satu Jemaat, Anita Faot.

“Beliau dikenal sebagai seorang pendeta yang rendah hati, ramah kepada semua orang, dan selalu menjadi penguat iman bagi siapa pun yang datang kepadanya. Dalam setiap pelayanan, almarhum selalu menebarkan cinta kasih, damai sejahtera, dan semangat melayani tanpa pamrih,” kata Anita.

Ia melanjutkan bahwa Pdt. John meninggalkan kenangan yang indah di hati setiap orang yang mengenalnya. Senyumnya yang tulus, nasihatnya yang menyejukkan, dan doanya yang penuh kasih akan selalu dikenang.

Penguburan Jenazah Mendiang Pdt. John Ly Dali, S.Th didahului dengan Ibadah Pelepasan di rumah duka  selanjutnya kebaktian penguburan di Jemaat Ebenhaeser Menia – Klasis Sabu Barat – Raijua yang dipimpin oleh Pdt. Femy S. Neno (Liturgos) dan Pdt. Anton Himu (Pengkhotbah). ***