//Dukung Program Makan Bergizi Gratis di TTS, Sinode GMIT, Yayasan Cinta Karya Wicaksana, dan PT BPR TLM Jalin Kerja Sama

Dukung Program Makan Bergizi Gratis di TTS, Sinode GMIT, Yayasan Cinta Karya Wicaksana, dan PT BPR TLM Jalin Kerja Sama

KUPANG, www.sinodegmit.or.id — Majelis Sinode GMIT Kupang, Yayasan Cinta Karya Wicaksana, dan PT BPR Tanaoba Lais Manekat (TLM) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penandatanganan dokumen kerja sama strategis untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini berlangsung di GMIT Center, Kota Kupang, pada Senin, 13 Juli 2026.

Penandatanganan kerja sama 3 lembaga ini dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel Benyamin Pandie, Perwakilan Yayasan Cinta Karya Wicaksana Brian Kinayom, dan Direktur Utama PT BPR Tanaoba Lais Manekat Robert P. Fanggidae. Kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya masing-masing lembaga dalam menyukseskan program pemenuhan gizi di wilayah TTS.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel Benyamin Pandie, menegaskan bahwa kesepakatan ini memperkuat peran kelembagaan gereja beserta seluruh jajaran klasis dan jemaat dalam rantai pasok program kemitraan.

“Mempertegas kontrak dari Yayasan TLM untuk kerja sama sebagai supplier pada MBG. Dan kita tempatkan ini di Timor Tengah Selatan. Karena itu, MoU ini melibatkan kita sebagai bagian dari penandatanganan kerja sama dengan Majelis Sinode dan TLM bersama dengan Yayasan Cinta Karya Wicaksana,” kata Pdt. Semuel.

Ia berharap semoga kerja sama ini memberi manfaat bagi ketiga pihak, terutama bagi masyarakat dan jemaat.

Direktur Utama PT BPR Tanaoba Lais Manekat, Robert P. Fanggidae, menjelaskan bahwa pelibatan klasis dan jemaat di TTS merupakan proyek percontohan untuk menyuplai kebutuhan dapur program tersebut.

“Dalam rangka pemberdayaan ekonomi jemaat dengan bekerja sama antara Majelis Sinode, Yayasan Cinta Karya Bijaksana, dan TLM, memberdayakan jemaat di Timor Tengah Selatan. Dan ini merupakan pilot project. Kita berharap jemaat bisa menjadi supplier bagi dapur 3T yang ada di 11 lokasi, 5 klasis di Timor Tengah Selatan. Kiranya MoU ini bisa bermanfaat bagi jemaat dan bagi kita semua,” ujar Robert.

Berdasarkan dokumen kesepakatan, MoU pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini akan berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal ditandatangani. Guna memantau perkembangan dan efektivitas kontribusi jemaat di lima klasis tersebut, ketiga pihak sepakat untuk melakukan evaluasi pelaksanaan kerja sama sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. *