//GMIT Berdukacita, Pendeta Emeritus Penihas Taneo Tutup Usia di Umur 62 Tahun

GMIT Berdukacita, Pendeta Emeritus Penihas Taneo Tutup Usia di Umur 62 Tahun

Foto: Oktafia Petronela Lopung

AMARASI BARAT,www.sinodegmit.or.id, — Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tengah diselimuti duka mendalam. Salah satu pelayan terbaiknya, Pendeta Emeritus (Pdt. Emr.) Penihas Taneo, S.Th, meninggal dunia dalam usia 62 tahun 4 bulan pada Sabtu (27/6/2026). Mendiang mengembuskan napas terakhir akibat sakit yang dideritanya.

Jenazah mendiang dikuburkan pada Senin (29/6/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun 3, Desa Soba, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Acara penguburan diawali dengan ibadah yang berlangsung di Gereja GMIT Elohim Soba, Klasis Amarasi Barat, yang dipimpin oleh Pdt. Oktafia Petronela Lopung.

Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, hadir memberikan suara gembala sekaligus menyampaikan rasa duka yang mendalam dari seluruh lingkup pelayanan Sinode GMIT. Ia mengapresiasi dedikasi dan kesetiaan almarhum yang menghabiskan seluruh masa bakti setianya dari satu kampung ke kampung yang lain dan melayani.

Pdt. Zimrat juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang telah mempersembahkan hidup mendiang untuk melayani di GMIT, serta mendoakan kekuatan dan penghiburan keluarga yang yang berduka.

Foto: Oktafia Petronela Lopung

Pdt. Emr. Penihas Taneo lahir di Nifuayo, Timor Tengah Selatan (TTS), pada 14 Februari 1964. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Theologia Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang (1993), ia ditahbiskan menjadi karyawan GMIT dalam jabatan Pendeta (1994).

Selama 24 tahun 3 bulan masa aktifnya, mendiang dikenal sebagai sosok yang tangguh dan telah melayani di berbagai wilayah pelosok, antara lain: 1994–1999: Jemaat Wilayah Tobin, Klasis Amanatun Utara; 1996–2001: Jemaat Wilayah Kusi, Klasis Amanuban Selatan Timur; 2000–2004: Jemaat Wilayah Buni, Klasis Amanuban Selatan Timur; 2002–2007: Jemaat Raja Damai Ta’en Bioba Baru, Klasis Amfoang Selatan; 2008–2013: Jemaat Wilayah Sahan, Klasis Amanatun Selatan; 2017–2025: Jemaat Erbaun, Klasis Amarasi Barat (dua periode pelayanan).

Sejak 14 Februari 2024, Pdt. Penihas Taneo diberhentikan dengan hormat dari tugas pelayanan penuh waktu karena telah memasuki masa purna bakti (pensiun).

Mendiang meninggalkan seorang istri, Octoviana Siki, serta tiga orang anak, yaitu Peter Ibrahim Charles Taneo, Felpina Chrismayanti Tane, S.Th, dan Melyanto Abetnalson Taneo.

Turut hadir dalam acara penguburan ini oleh para pendeta GMIT, Majelis Klasis Amarasi Barat, serta jemaat setempat. *