//Lebih dari 200 Pelaku UMKM ramaikan Expo UMKM Pemuda GMIT

Lebih dari 200 Pelaku UMKM ramaikan Expo UMKM Pemuda GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id – Sebanyak lebih dari 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut serta memeriahkan gelaran Expo Pemuda GMIT yang dipusatkan di Pantai Lai Lahi Bissi Koepan (LLBK), Kota Kupang, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Senin (6/4) ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian Festival Paskah Pemuda GMIT 2026. Selain di Pantai LLBK, para pelaku usaha yang berasal dari berbagai jemaat GMIT dan pedagang lokal ini juga tersebar di beberapa titik sepanjang jalur prosesi Paskah. Berbagai produk lokal unggulan dipamerkan, mulai dari kain tenun khas NTT, aksesori adat, minyak kemiri, VCO, hingga aneka produk kuliner.

Dalam suara gembalanya, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menegaskan pentingnya memaknai Paskah melalui tindakan nyata yang menyentuh aspek ekonomi. Beliau merujuk pada kesuksesan tahun sebelumnya yang berhasil mencatatkan perputaran ekonomi senilai Rp6 hingga Rp7 miliar sebagai bukti kontribusi nyata pemuda bagi daerah. Pdt. Saneb menekankan bahwa gereja harus hadir sebagai solusi konkret dalam memerangi kemiskinan ekstrem di NTT melalui kemitraan strategis.

“Secara teologis, Paskah menekankan tiga dimensi pembaruan: pemulihan hubungan dengan Tuhan, rekonsiliasi antar sesama, dan pembaruan taraf hidup, di mana gereja hadir sebagai solusi konkret dalam memerangi kemiskinan ekstrem di NTT melalui kemitraan strategis dengan pemerintah dan sektor swasta,” tegas Pdt. Saneb.

Sejalan dengan semangat tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Edward Pelt, menyampaikan bahwa nilai Paskah harus diwujudkan dalam kerja nyata yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mengapresiasi inisiatif pemuda GMIT yang dinilai mampu menghadirkan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.

“Festival ini bukan hanya memperbarui iman, tetapi juga memperbarui kehidupan melalui kerja nyata,” ungkap Jefri dalam sambutannya.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta expo, salah satunya Yeni Octaviana yang memasarkan produk tenun dan aksesori khas NTT. Meskipun mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat secara umum, ia tetap bersyukur karena kegiatan ini memberikan ruang pemasaran yang efektif bagi produknya.

Hal senada diungkapkan oleh perwakilan pemuda Jemaat Sontetus Oeika, Klasis Kupang Tengah, yang melaporkan bahwa produk makanan mereka cukup diminati oleh pengunjung pada hari pembukaan.

UMKM Expo ini juga dimeriahkan dengan lomba menghias telur paskah, storytelling,solo, dan sebagainya.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, jajaran pimpinan BPR Christa Jaya, Bank NTT, serta Bank TLM. Hadir pula para Pendeta GMIT Jemaat Kota Kupang dan pimpinan Unit Bangunan Berdikari (UBB) GMIT, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis jemaat ini.*