
Foto: Norman Nenohai
ENDE, NTT,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menyelenggarakan upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Sekolah Dasar (SD) GMIT Ende 4 sekaligus rangkaian kegiatan visitasi pada Sabtu (16/5/2026). Dalam momentum tersebut, Bendahara Majelis Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, SE., MM, menyampaikan pesan penting agar penyelenggaraan sekolah Kristen benar-benar menjadi wadah keteladanan yang kuat serta misi nyata untuk menghadirkan syalom Allah di tengah lembaga pendidikan.
Prosesi sertijab yang berlangsung di Aula SD GMIT Ende 4 ini menandai berakhirnya masa bakti Adriana Trince Bolle, S.Pd, yang telah memimpin sekolah selama periode 16 Mei 2022 hingga 16 Mei 2026. Posisi kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh Selfiana Theresia, S.Pd.SD, yang resmi diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah selama tiga bulan ke depan, sembari menunggu keputusan kepala sekolah definitif.
Harapan paling krusial dalam penyelenggaraan sekolah GMIT ke depan adalah konsistensi dalam mempertahankan mutu dan prestasi. Di bawah kepemimpinan pejabat lama, SD GMIT Ende 4 berhasil mengukir prestasi gemilang dengan mempertahankan Akreditasi A selama delapan tahun terakhir serta mengoleksi 25 penghargaan. Sinergi antara pendidik, komite, dan orang tua murid diharapkan tetap terjaga demi keberlanjutan mutu pendidikan tersebut.
Dalam suara gembalanya, Bendahara Majelis Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, menekankan bahwa panggilan sebagai pendidik dan kepala sekolah bukanlah sekadar profesi, melainkan bentuk ibadah konkrit dan implementasi dari Amanat Agung Yesus Kristus.
“Pelayanan sebagai pendidik adalah ibadah yang sungguh kepada Allah yang dinyatakan di tengah-tengah umat. Sebagai pendidik dan kepala sekolah, kita semua sedang melaksanakan misi Allah di tengah-tengah dunia ini sebagaimana Amanat Agung Yesus Kristus dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 dan 20. Menjadi kepala sekolah adalah proses menghadirkan syalom Allah di tengah-tengah lembaga pendidikan, karena itu seorang kepala sekolah haruslah meninggalkan keteladanan yang kuat bagi semua teman-teman pendidik maupun anak-anak didik,” tegas Pnt. Yefta Sanam.
Mantan Kepala Sekolah, Adriana Trince Bolle, S.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja sama kolektif yang terjalin luar biasa selama empat tahun masa kepemimpinannya.
“Semua yang terbaik sudah saya berikan kepada Tuhan di tempat pelayanan ini. Bersama para pendidik, orang tua, dan komite kita telah bekerja bersama untuk Ende 4, jadi semua keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua. Juga perlu disampaikan bahwa selama kurang lebih delapan tahun terakhir, SD GMIT Ende 4 mendapatkan Akreditasi A, sangat baik, semoga prestasi ini dapat dipertahankan,” ujar Adriana.
Di sisi lain, Plt. Kepala Sekolah yang baru, Selfiana Theresia, S.Pd.SD, menyatakan kesiapannya dan mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pihak dalam mengemban tugas transisi ini.
“Saya memohon kerja sama dan dukungan dari semua pihak untuk pelaksanaan tugas selama kurang lebih tiga bulan ke depan, sampai adanya keputusan tentang kepala sekolah definitif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende,” tutur Selfiana.
Usai upacara sertijab, tim Majelis Sinode GMIT yang didampingi oleh Ketua BPP Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Norman M. Nenohai, serta Ketua Majelis Klasis Flores Lembata, Pdt. Imanuel Talan langsung melanjutkan agenda visitasi ke beberapa sekolah naungan GMIT di Kota Ende.
Dari hasil visitasi di TK Syallom Ende, ditemukan adanya pergumulan riil terkait kekurangan tenaga guru serta kebutuhan mendesak untuk pembangunan ruang kantor baru. Sementara itu, peninjauan di SMP Kristen Ende dilaporkan berjalan dengan baik dan seluruh prosesnya berjalan lancar.
Kegiatan ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Bendahara Majelis Klasis Flores Lembata Pnt. Welem A. Nubatonis, Ketua Majelis Jemaat Syallom Ende Pdt. Soneta Nenotek, segenap pengurus Yapenkris Nusa Bunga, para kepala sekolah, guru, komite, hingga perwakilan orang tua murid. *(Pdt. Norman Nenohai)











