
KUPANG, www.sinodegmit.or.id,– Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperhadapkan Panitia Pemilihan Anggota Majelis Sinode GMIT Periode 2028-2031. Perhadapan ini dilaksanakan dalam kebaktian Minggu Sengsara ke-5 di Jemaat Karmel Fatululi, Klasis Kota Kupang, pada Minggu (15/3/2026).
Pembentukan panitia ini merupakan langkah strategis mengingat Majelis Sinode GMIT periode 2024-2027 akan segera mengakhiri masa pelayanannya. Sebelumnya, komposisi kepanitiaan telah dipilih dan ditetapkan melalui Persidangan Majelis Sinode GMIT LIV di GMIT Center Kupang pada 12 Februari 2026. Dalam menjalankan mandatnya, panitia ini bertanggung jawab langsung kepada Majelis Sinode GMIT.
Struktur inti kepanitiaan yang diperhadapkan terdiri dari Pdt. Emrt. Ira Wonlele, M.Th (Ketua), Pdt. Viktoria Bathun, M.Si (Wakil Ketua), Pnt. Yermias Manu, S.TP., MM (Sekretaris), dan Pdt. Netty S. Dubu, S.Si-Teol, M.Si (Bendahara). Kepengurusan ini juga diperkuat oleh sejumlah anggota dari unsur pendeta, penatua, dan diaken, di antaranya Pdt. Danial Manu, Pdt. Aletha Matta, Pnt. Yiswi Taku Tiran, Pnt. Gamaliel Buifena, serta Dkn. Jimmy S.N. Daud.
Dalam khotbahnya berdasarkan Yohanes 12:20-36 dengan tema “Memuliakan Allah dalam Penderitaan”, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi menekankan pentingnya integritas bagi para pelayan Tuhan. Ia mengingatkan bahwa kehormatan seorang pelayan tidak bersumber pada jabatan, melainkan pada kesediaan untuk berkorban dan kerendahan hati.
Secara khusus, Pdt. Lay berpesan agar panitia menjaga netralitas dan objektivitas, serta menghindari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Senada dengan hal tersebut, Bendahara Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, dalam suara gembalanya menyoroti tantangan global yang dinamis, termasuk dampak peperangan dan ketidakpastian dunia, yang akan mewarnai masa kerja panitia hingga tahun 2027. Ia menegaskan agar kemajuan teknologi informasi dimanfaatkan secara profesional dengan tetap berpijak pada nilai kekristenan.
“Panitia diharapkan dapat bekerja secara maksimal dan profesional, dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam memilih pribadi-pribadi untuk melayani pekerjaan-Nya. Tanggung jawab besar telah diletakkan di pundak panitia, mulai dari tahap sosialisasi aturan, proses penjaringan, hingga puncak pemilihan, yang semuanya menuntut doa serta kerja sama yang solid dari seluruh pihak terkait,” tegas Pnt. Yefta Sanam.
Kebaktian perhadapan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Paula Kapioru-Pattikawa, perwakilan Majelis Klasis Kota Kupang dan Kota Kupang Barat, Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Norman Nenohai, Ketua UPP Personil Majelis Sinode GMIT, Pdt. Tonias Nalle, serta jemaat setempat. **











