
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Setelah melalui proses pembangunan selama 13 tahun, Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) meresmikan Gedung GMIT Center Kupang pada Rabu (1/10/2025). Gedung ini ditunjuk sebagai pusat utama pelayanan Sinode GMIT, mencakup fungsi administratif, edukatif, dan spiritual.
Gedung GMIT Center memiliki luas ±3.120m2 yang terbagi dalam tiga segmen utama: Gedung pelayanan ekonomi/Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Sinode, Aula dan ruang pertemuan, serta Gedung kantor Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Majelis Sinode.
Pembangunan GMIT Center dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2013 dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan biaya, perubahan kebijakan prioritas pelayanan, hingga dampak pandemi COVID-19.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie dalam suara gembalanya menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini diperlukan karena Gedung Kantor Sinode yang lama mengalami kerusakan struktur dan harus dipindahkan.
Pdt. Semuel menegaskan bahwa Gedung GMIT Center didirikan sepenuhnya dari persembahan jemaat, termasuk dari para penjual ikan, kelapa, jagung titi, dan gula, yang melambangkan kontribusi jemaat yang kurang mampu.
Ia berharap gedung ini menjadi rumah persaudaraan yang terbuka untuk kegiatan spiritual dan sosial. Pdt. Semuel juga mengajak pemerintah untuk berkolaborasi memerangi isu-isu sosial ekonomi seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan perubahan iklim.
Peresmian ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar (Gus Imin), dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie.

Dalam sambutannya, Gus Imin menegaskan peran strategis GMIT sebagai kekuatan sosial dan spiritual yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional.
Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu bersama GMIT mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaya, mandiri, adil, makmur, dan sejahtera.
Gus Imin juga mengapresiasi GMIT yang menghadirkan berbagai program produktif untuk pemberdayaan masyarakat, tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan.
Sementara itu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan selamat dan apresiasinya atas proses pembangunan yang tidak mudah, menyebut gedung ini sebagai lambang kesatuan dan harapan seluruh Jemaat GMIT. Ia berharap gedung baru ini dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang.
Turut hadir dalam acara peresmian ini antara lain Rektor Universitas Nusa Cendana, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Pimpinan DPRD Provinsi dan Kota Kupang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, serta sejumlah pimpinan instansi lainnya. ***











