
AMFOANG SELATAN,www.sinodegmit.or.id, — Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) meluncurkan Klasis Amfoang Selatan sebagai “Klasis Kopi GMIT” pada Rabu (20/5/2026). Program pemberdayaan ekonomi berbasis jemaat ini diawali dengan penanaman simbolis 2.000 anakan kopi dari total target 12.300 anakan, yang berlokasi di Mata Jemaat Alfa Omega Oel’Elof, Jemaat Leloboko. Selain penanaman, kegiatan ini juga disertai dengan pelatihan pembibitan kopi dan kunyit bagi jemaat setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT Pendeta Samuel B. Pandie, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT Winston Rondo, Ketua Majelis Klasis (KMK) Amfoang Selatan Pdt. David Ndolu, KMK Amarasi Selatan Papi A. CH. Zina, Camat Amfoang Selatan Julio Mark Baun, S.STP., M.Si., serta akademisi dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Prof. Zet Malelak.
Dalam suara gembalanya, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel B. Pandie menegaskan bahwa pihak Sinode berkomitmen penuh untuk mendukung jemaat dan klasis yang aktif dalam program pemberdayaan ekonomi.
“Saya berharap launching Klasis Kopi GMIT menjadi langkah awal, dan kami dari Sinode GMIT akan mendukung agar program ini bisa berjalan lancar dan tujuan kita bersama bisa tercapai,” ujar Pdt. Samuel.
Secara resmi, ia meluncurkan program ini dengan menyatakan, “Saya atas nama Majelis Sinode GMIT melaunching Klasis Amfoang Selatan sebagai Klasis Kopi dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.”

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menambahkan bahwa wilayah Amfoang memiliki potensi alam yang besar. Jika dikelola secara maksimal, sektor ini dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Ia juga mengingatkan agar program ini berkelanjutan dan tidak berhenti pada tahap seremonial semata.
“Semoga ini menolong adanya peningkatan ekonomi jemaat,” kata Winston.
Apresiasi juga datang dari Ketua Klasis Amfoang Selatan, Pdt. David Ndolu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Sinode GMIT dan DPD GAMKI NTT yang telah mewujudkan visi pembentukan Klasis Kopi ini. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kehadiran gereja di tengah pergumulan ekonomi masyarakat.
“Terima kasih kepada Sinode GMIT dan GAMKI NTT. Melalui percakapan kecil kita, hari ini kita melaunching Klasis Amfoang Selatan sebagai Klasis Kopi GMIT. Ini menjadi komitmen bersama bahwa kehadiran gereja bukan hanya soal spiritual, namun juga menguatkan ekonomi jemaat,” pungkas Pdt. David.
Setelah prosesi peluncuran selesai, seluruh tamu undangan bersama jemaat setempat langsung melakukan penanaman anakan kopi secara simbolis di lahan yang telah disediakan. *











