
Suasana Belajar SD GMIT 1 Kalabahi
“Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah”
Syalom… Segenap anggota GMIT di manapun berada. Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Guru Agung, oleh tuntunan-Nya, kita telah memasuki Bulan Juli sebagai Bulan Pendidikan. Di bawah tema periode pelayanan GMIT: “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaaan, dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah.” (Band. Mikha 6:8). Dan Subtema tahun 2026: “Bersaksi tentang Allah yang setia di tengah dunia yang luka “ (Bnd. Maz. 89:1-2). Kita didorong untuk menjaga keselarasan hidup antara peribadahan dan dan tanggung jawab sosial gereja. Kita mesti menjadi gereja yang konsisten melakukan keadilan, dan berani menyatakan kesaksian kita di tengah situasi dunia yang luka, terutama luka-luka sosial, tidak terkecuali luka pendidikan. Sebagai gereja milik Kristus di bumi Indonesia, GMIT diutus untuk terlibat aktif, bersaksi mewujudkan tanggung jawab sosialnya dalam menjaga dan mengusahakan akses dan pemerataan pendidikan, tata kelola, dan peningkatan mutu, sekalipun di saat yang sama kita diperhadapkan dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara maupun dunia yang diliputi oleh kejamakan krisis, baik di bidang ekonomi, politik, lingkungan hidup, kesehatan, dan geopolitik yang terjadi secara bersamaan, bahkan antara satu masalah dengan masalah lainnya saling memengaruhi.
Dalam situasi yang demikian GMIT terpanggil untuk memberi perhatian serius pada bidang pendidikan. Kita tahu bersama bahwa pendidikan merupakan salah satu warisan sejarah yang penting dan telah memberi andil besar dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah sebabnya perayaan Bulan Pendidikan GMIT adalah tindakan sadar seluruh anggota GMIT untuk menggelorakan semangat dan tanggung jawab komunal untuk terus mengusahakan berbagai agenda pelayanan pendidikan, sebagaimana diamanatkan di dalam Grand Design,Tata Kelola, maupun Roadmap Pendidikan Kristen GMIT.
Kita semua menyadari bahwa menyelenggarakan dan mengelola pendidikan di era saat ini tentu jauh lebih kompetitif, dibandingkan dengan di masa lalu. Selain dihadapkan pada berbagai tantangan dunia yang terus berubah, bahkan sangat cepat berubah. Perubahan tersebut tidak saja bersifat linear yang bergerak maju, akan tetapi kadang-kadang bergerak secara angular dan siklikal (berputar), yang sulit diprediksi, karena sangat dipengaruhi oleh kondisi politik, ekonomi, ideologi, perkembangan teknologi informasi, bahkan cara kerja kecerdasan buatan (AI) serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang seringkali mendapatkan beragam tanggapan publik.
Dalam situasi tersebut kita percaya bahwa pendidikan sebagai sarana yang dipakai Allah untuk membebaskan umat dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, perbudakan moral atau dosa. Itu sebabnya perayaan Bulan Pendidikan tahun 2026 mengangkat tema: Pendidikan yang memerdekakan : Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian”. Tema ini mengandung dimensi spiritual yang mengajak kita semua untuk menghidupi hikmat Allah dalam praktik penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, termasuk dalam memberi perhatian dan dukungan terhadap keberadaan dan perkembangan Sekolah GMIT. Hikmat Allah akan menuntun akal budi dan memampukan setiap jemaat untuk berkarya bagi perkembangan pendidikan sebagai bejana Allah. Kita juga percaya bahwa melalui pendidikan, perhatian dan tanggung jawab bersama di hari ini akan merembes ke kehidupan masa depan generasi muda. Sebagaimana Amsal 22: 6, berkata, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
Kita bersyukur kepada Tuhan, oleh karena momentum Bulan Pendidikan yang dirayakan setiap tahun telah mampu menggugah kesadaran anggota GMIT di berbagai teritori, klasis, dan jemaat untuk meningkatkan perhatian terhadap keberadaan dan perkembangan Sekolah GMIT. Perhatian dimaksud telah ditunjukkan dalam beragam bentuk seperti bakti jemaat untuk sekolah GMIT, berupa perbaikan sarana gedung sekolah dan mck, perbaikan meubeler, perbaikan pagar sekolah, tangguk khusus bulan pendidikan, diakonia bagi guru-guru, peningkatan setoran dana 2%, peningkatan persentase dana pendidikan dari 2% menjadi 4% hingga 5% di beberapa Klasis sebagai angka inisiatif, pembangunan mes guru, beasiswa bagi siswa, dan lainnya. Terhadap upaya dan perhatian jemaat ini, Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih dan doa, kiranya Tuhan memberkati semua niat baik dan persembahan bagi perkembangan Sekolah GMIT.
Di Bulan Pendidikan tahun 2026 ini, kami kembali mengajak seluruh anggota GMIT untuk meningkatkan perhatian dan tanggung jawab bersama, sebagaimana nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”(Galatia 6:9).Firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk tidak lelah dalam melakukan kebaikan. Sama seperti petani yang menabur benih dan akan menuai hasil atau berkat pada waktu yang tepat. Keterlibatan jemaat-jemaat dalam mendukung Sekolah GMIT, disebutkan di dalam Roadmap Pendidikan Kristen GMIT sebagai bagian dari penguatan supra-sistem. Supra-sistem merupakan ekosistem yang lebih luas dari sistem pendidikan Kristen di lingkup GMIT, meliputi Majelis Sinode GMIT, Klasis-Klasis, dan Jemaat-jemaat. Hubungan dan tanggung jawab bersama antara Majelis Sinode GMIT, Klasis, dan Jemaat-jemaat yang semakin baik dan kuat akan dapat menghadirkan suatu ekosistem yang memungkinkan berkembangnya Sekolah GMIT. Bahwa dukungan yang didasarkan pada spirit bergereja akan menjadikan pengelolaan Sekolah GMIT lebih dinamis, koheren, saling bergantung secara komunal, berorientasi pada pelayanan, dan berpusat pada Kristus.
Kita sadar bahwa, hingga saat ini Sekolah-sekolah GMIT masih bergumul dengan berbagai tantangan seperti keterbatasan tenaga guru, aspek pembiayaan, kondisi prasarana dan sarana pendidikan, proses pembelajaran, aspek kesiswaan, kepemimpinan pendidikan, manajemen sekolah, dan kepercayaan publik. Itu sebabnya, Majelis Sinode dan Yayasan Pendidikan Kristen GMIT telah mengupayakan program-program pelayanan seperti Pendataan Sekolah GMIT, Pengurusan Dokumen (Tanah Sekolah GMIT dan Notaris Yapenkris), Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah, Penataan Sekolah Unggul GMIT, Tambahan Insentif Tahunan Guru Honor GMIT, Rekruitmen Guru Yapenkris dengan Skema Kontrak, Penugasan Pendeta Sebagai Kepsek, Pengangkatan Penilik Rohani, Bantuan Pengembangan Sekolah, Bantuan Operasional Yapenkris, Raker BPP dan Yapenkris, Perayaan Bulan Pendidikan GMIT, dan yang sedang dikerjakan tahun ini yakni Pembentukan Tim Kaji Sentralisasi Gaji Guru, serta perluasan jejaringan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak seperti Pemerintah, Majelis Pendidikan Kristen Wilayah NTT dan Perguruan-perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta.
Program-program pelayanan dimaksud kiranya dapat beresonansi dengan perhatian dan dukungan jemaat secara luas, sehingga dapat mengurai satu persatu permasalahan Sekolah GMIT. Mari menjadikan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT untuk mengasah kepedulian, meningkatkan kadar berdiakonia kita, dan menguatkan solidaritas pendidikan menuju Pendidikan Kristen GMIT yang lebih baik. Tahun 2026 ini, kita kembali diingatkan untuk tidak saja menjemaatkan visi revitalisasi pendidikan Kristen GMIT, tetapi juga menjemaatkan aksi. Kami mengharapkan kepada jemaat-jemaat GMIT agar merayakan Bulan Pendidikan GMIT melalui Kebaktian Minggu dengan Liturgi Bulan Pendidikan, Menyediakan Persembahan khusus, serta Bhakti Jemaat (atau melalui Kaum Bapak) bagi Sekolah GMIT terdekat dalam beragam bentuk, seperti yang pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, serta menginisiasi Gerakan GMIT Mendidik dalam membantu Sekolah GMIT melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan, misalnya memberi perhatian terhadap kesehatan anak (kebersihan kuku, gigi, dan rambut), gizi anak khusus yang belum tersentuh program pemerintah, teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), mitigasi bencana, dan lainnya melalui UPP Profesional. Anggota jemaat juga dapat menjadi orang tua asuh dari anak-anak yang berkekurangan. Sebagian lagi dapat memberi beasiswa atau donasi berupa bantuan buku pelajaran bagi anak-anak kurang mampu. Atau dengan memberdayakan guru Sekolah GMIT yang menerima honor sangat kecil.
Belajar dari sejarah, bahwa Sekolah GMIT surplus dimensi misi yang mengutamakan aspek pelayanan. Segmentasi geografis dan preferensi ideologis sebagai alasan utama jemaat-jemaat dan masyarakat telah menjadikannya sebagai pilihan utama. Maka tidak demikian di masa sekarang. Sekolah GMIT perlu menciptakan sesuatu yang khas dan menonjol (stand out) yang dibutuhkan masyarakat. Sekolah GMIT perlu menawarkan sesuatu yang berbeda untuk menciptakan citra yang tepat di benak publik. Diperlukan kebijakan untuk menaikkan, bahkan mengembalikan loyalitas jemaat-jemaat dan masyarakat agar kembali dan terus memercayai dan memilih sekolah GMIT karena brand tersebut.
Mari mewujudkan kasih dan tanggung jawab iman kita bagi Sekolah GMIT, sebagaimana Kristus telah lebih dahulu menunjukkan kasih-Nya yang sempurna bagi kita. Selamat Merayakan Bulan Pendidikan GMIT. Tuhan Yesus Memberkati Kita.
Majelis Sinode Harian GMIT











