//Sukses Jadi Tuan Rumah, Klasis TTU Resmi Tutup Jambore PART VII Sinode GMIT

Sukses Jadi Tuan Rumah, Klasis TTU Resmi Tutup Jambore PART VII Sinode GMIT

TIMOR TENGAH UTARA,www.sinodegmit.or.id,– Klasis Timor Tengah Utara (TTU) sukses menyelenggarakan dan resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Jambore Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) VII Tahun 2026. Acara penutupan dipusatkan di Jemaat Ebenhaizer Tuamese, tepatnya Lapangan Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (3/7/2026) malam.

Kegiatan akbar berskala sinodal ini berjalan lancar dengan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIT. Momentum penutupan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan maskot Unu Kefa kembali kepada Majelis Sinode GMIT, serta diwarnai pelepasan lampion ke udara sebagai simbol pengharapan iman dan penyebaran misi pelayanan anak.

Jambore PART GMIT VII Tahun 2026 mengusung tema teologis “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan, dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah” (Mikha 6:8), dengan subtema “Anak GMIT Citra Kristus, Sehat, Cerdas, dan Kreatif, Siap Menjadi Saksi bagi Kemuliaan Allah.” Penyelenggaraan kegiatan berkala ini bertujuan meningkatkan mutu relasi persekutuan yang harmonis bagi anak, remaja, dan para pelayan di lingkup GMIT.

Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, mengapresiasi tinggi dedikasi Majelis Klasis TTU, panitia pelaksana dan jemaat-jemaat sebagai penopang kegiatan ini. Ia menilai kepemimpinan panitia mampu menerjemahkan seluruh target program Majelis Sinode Harian menjadi keberhasilan riil di lapangan, sekaligus menjadi catatan iman yang penting bagi klasis lain di masa mendatang.

Apresiasi senada turut disampaikan oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamillus Elu, S.H. Pemerintah daerah memandang kesuksesan besar ini sebagai buah kolaborasi solid antara Majelis Sinode GMIT, panitia, para pendeta, pembina, relawan, serta seluruh lapisan jemaat di Kabupaten TTU. Kemitraan lintas sektoral ini diharapkan dapat terus dipelihara untuk membentuk generasi muda yang berkualitas.

Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara terpadu ke dalam format Pesta Iman Anak dan Remaja (PIAR) yang terbagi dalam tiga paket utama. Pertama, Kelas Cerdas yang menghadirkan 29 kelas pembinaan karakter. Kedua, aktivitas outbound di alam terbuka untuk memupuk kerja sama tim. Ketiga, paket Jambore Gembira yang meliputi pentas seni budaya, pameran karya, wisata, Semiloka Gereja Ramah Anak, serta Musyawarah Anak GMIT.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore PART GMIT VII, Pdt. Angkol K. K. Tangwal, M.Th., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran kepanitiaan. Pihaknya menyatakan rasa bangga karena antusiasme jemaat melampaui prediksi awal panitia yang semula memperkirakan kehadiran sekitar 800 peserta, namun pada pelaksanaannya melonjak hingga dihadiri lebih dari 1.000 orang anak dan remaja.

Dari segi manajemen anggaran, Pdt. Angkol mengungkapkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun oleh panitia mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari usaha mandiri kepanitiaan, dukungan sukarela dari pos jemaat-jemaat lokal, serta kontribusi resmi dari Majelis Sinode GMIT. Kesuksesan finansial ini menegaskan rasa memiliki jemaat terhadap pelayanan anak.

Ibadah Penutupan dipimpin oleh Pdt. Viny Bria, M.Fil*