//Klasis Alor Barat Laut Gencarkan Aksi Tanam Pohon dan Edukasi Lingkungan

Klasis Alor Barat Laut Gencarkan Aksi Tanam Pohon dan Edukasi Lingkungan

Aksi penanaman anakan di Jemaat Seydon. Foto: Serly Lalus

Alor, www.sinodegmit.or.id, – Klasis Alor Barat Laut menggelar aksi penanaman anakan pohon secara masif di berbagai jemaat sebagai bagian dari perayaan Bulan Lingkungan Alam GMIT yang dimulai sejak awal November 2025. Gerakan ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian jemaat terhadap kelestarian lingkungan.

Salah satu aksi nyata dilakukan oleh Jemaat Seydon pada 20 November 2025 dengan menanam 468 anakan kakao di kebun gereja. Penanaman ini melibatkan seluruh jemaat yang berasal dari delapan rayon pelayanan dan anakan pohon tersebut merupakan bantuan dari Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut.

Ketua Majelis Jemaat Seydon, Pdt. Serly Lalus, menghimbau pentingnya peran aktif setiap jemaat untuk memelihara dan memperhatikan pertumbuhan anakan yang telah ditanam supaya bisa bertumbuh dengan baik.

Foto: Serly Lalus

Selain itu, Jemaat Tiberias Ooylah turut berpartisipasi dengan menanam 100 anakan pohon cokelat dan jambu mete. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Leni Hendrik, ini dilaksanakan di lingkungan gereja dan lahan yang disiapkan jemaat di Bedoy, dengan pembagian 10 anakan per rayon.

Pdt. Leni menjelaskan bahwa jenis anakan dipilih berdasarkan mata pencaharian utama jemaat. Kegiatan ini direncanakan masih akan berlanjut di akhir Bulan Lingkungan, di Lokasi gereja lainnya yang telah dipersiapkan oleh jemaat.

Aksi serupa juga dilaksanakan di beberapa jemaat lain dalam lingkup pelayanan Klasis Alor Barat Laut.

Secara umum, Ketua Majelis Klasis Alor Barat Laut, Pdt. Simon Petrus Amung, menyerukan peningkatan kesadaran dan aksi nyata dari anggota jemaat untuk menanam, bukan hanya sebagai investasi masa depan, tetapi juga sebagai penanaman harapan dan kesadaran menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Pdt. Simon berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk kepedulian lingkungan yang terus-menerus. Ia juga menekankan tanggung jawab kolektif jemaat dalam merawat dan memantau pohon, serta menggalakkan peningkatan kesadaran lingkungan melalui kegiatan edukasi, seminar, atau diskusi.

“Kiranya aksi penanaman pohon ini menjadi berkat bagi kita semua dan memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar kita,” tutupnya. ***