//Klasis Pantar Timur Tanam Ribuan Pohon di 32 Jemaat, Padukan Pertukaran Pelayan dan Aksi Lingkungan

Klasis Pantar Timur Tanam Ribuan Pohon di 32 Jemaat, Padukan Pertukaran Pelayan dan Aksi Lingkungan

Foto: Very Ceptaida Nenot’ek-Bang

Pantar-Alor, www.sinodegmit.or.id, Klasis Pantar Timur mengakhiri perayaan Bulan Lingkungan Alam tahun 2025 dengan aksi penanaman anakan pohon serentak di 32 jemaat pada Minggu, 23 November 2025. Kegiatan ini dipadukan dengan Program Pertukaran Pelayan Minggu di lingkup Klasis, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen gereja dalam merawat ciptaan Tuhan dan kepedulian ekologis.

Aksi penanaman pohon ini merupakan langkah logis dan sistematis untuk membangun kesadaran berkelanjutan tentang pentingnya merawat bumi, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Klasis Pantar Timur, Pdt. Very Ceptaida Nenot’ek-Bang.

“Melalui program pertukaran pengkhotbah, para pelayan firman yang diutus turut mengajak umat untuk merefleksikan tanggung jawab spiritual terhadap kelestarian alam. Setelah ibadah selesai, jemaat bersama para pengkhotbah melaksanakan aksi penanaman dengan semangat sukacita dan gotong royong,” kata Pdt. Very.

Ia melanjutkan, kegiatan ini secara simbolis menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak hanya terbatas pada mimbar gereja, tetapi juga terwujud dalam tindakan nyata yang menghadirkan kehidupan. Lingkungan yang lestari dipandang sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang, dan gereja terpanggil untuk ambil bagian dalam menjaganya.

Jemaat-jemat dari 32 gereja dalam lingkup Klasis Pantar Timur, berpartisipasi dengan menyediakan anakan pohon sendiri, berupa bibit lokal seperti Coklat, Beringin Hias, Kelapa Hibrida, dan Pisang. Penanaman dilakukan di area gereja, lahan jemaat, atau lingkungan sekitar yang membutuhkan penghijauan.

Foto: Very Ceptaida Nenot’ek-Bang

Aksi penanaman pohon ini disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing. Beberapa contoh partisipasi jemaat antara lain: Jemaat Ebenhaiser Lamalu menanam anakan Ficus Benjamina (Beringin Hias) di lingkungan gereja; Jemaat Ebenhaezer Manatang memilih menanam anakan Pisang di lingkungan gereja; Jemaat Getsemani Madar dan Jemaat Imanuel Panggar berfokus pada penanaman anakan Pohon Coklat di lokasi milik gereja yang mereka siapkan. Aksi serupa juga dilaksanakan oleh jemaat-jemaat lainnya.

Penanaman ini masih akan dilaksanakan hingga akhir November, menandai penutupan Perayaan Bulan Lingkungan Klasis Pantar Timur tahun ini.

Diharapkan, perayaan ini menjadi landasan bagi gerakan yang lebih luas: gereja yang bersaksi, melayani, dan menjaga ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab. *** (Kontributor: Pdt. Very Ceptaida Nenot’ek-Bang).