
ENDE,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi bagi Kepala Sekolah dan Guru di lingkungan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Nusa Bunga. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Aula SMP Swasta Kristen Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Senin hingga Rabu, 10–12 Agustus 2026.
Kegiatan pelatihan kapasitas ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Para peserta merupakan perwakilan dari 11 sekolah Kristen GMIT yang tersebar di enam kabupaten di Pulau Lembata dan Flores, serta satu kota di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selama workshop, para peserta membekali diri dengan pelbagai materi strategis guna menunjang mutu pendidikan. Pokok pembahasan meliputi penguatan kompetensi Supervisi Akademik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Pemanfaatan Rapor Pendidikan melalui pendekatan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) berbasis data, serta peran sebagai Penggerak Komunitas Belajar dalam berbagi praktik baik. Peserta juga mendalami materi Transformasi Pembelajaran untuk mewujudkan kelas berkualitas melalui pendekatan deep learning.
Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan Kristen merupakan panggilan ilahi sekaligus tanggung jawab strategis gereja. Mengacu pada Roadmap GMIT 2024–2027, pendidikan Kristen GMIT saat ini berada pada fase peralihan dari penguatan fondasi menuju peningkatan mutu, relevansi, tata kelola, dan pembentukan karakter Kristiani.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan menuju tahun 2028 adalah rencana sentralisasi gaji guru yayasan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus menjamin kesejahteraan para tenaga pendidik secara adil dan merata. Menurutnya, guru sekolah Kristen memegang peran vital sebagai penjaga masa depan gereja agar GMIT tetap hidup dan berbuah lintas generasi.
Sekretaris Yapenkris Nusa Bunga, Yusak Oktovianus Lau, S.S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai momentum peningkatan mutu pendidikan.
“Selain peningkatan kapasitas, kami juga mengusulkan agar ada perhatian berkelanjutan terhadap kesejahteraan guru,” ujarnya.

Apresiasi senada disampaikan Ketua Majelis Klasis Flores-Lembata, Pdt. Imanuel Talan. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Majelis Sinode Harian GMIT atas dukungan dana, motivasi, serta kehadiran langsung pimpinan Sinode di Ende. Kehadiran jajaran pimpinan Sinode menjadi kebanggaan sekaligus bentuk perhatian nyata bagi keberlangsungan Yapenkris Nusa Bunga di tiga klasis, yaitu Klasis Flores Lembata, Klasis Flores Barat, dan Klasis Sumbawa.
Ketua Majelis Klasis Flores-Lembata, Pdt. Imanuel Talan juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah di tujuh wilayah cakupan, khususnya Pemerintah Kabupaten Ende, atas dukungan nyata bagi penyelenggaraan pendidikan Kristen, serta kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang berjerih payah hadir dari berbagai daerah terpencil demi kemajuan pendidikan anak bangsa.*











