//Majelis Sinode GMIT Tutup Sidang Ke-54: Transformasi Menuju Ekosistem Profetis yang Menyembuhkan

Majelis Sinode GMIT Tutup Sidang Ke-54: Transformasi Menuju Ekosistem Profetis yang Menyembuhkan

KUPANG, www.sinodegmit.or.id,– Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menutup Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-54 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula GMIT Center Kupang, Jumat (13/2/2026). Penutupan persidangan ini menandai komitmen baru gereja untuk bertransformasi dari sekadar pemberi suara menjadi “ekosistem profetis” yang hadir langsung menyembuhkan luka-luka sosial di tengah masyarakat.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menegaskan pentingnya perubahan paradigma bagi seluruh elemen gereja. Beliau menekankan agar gereja tidak terjebak pada retorika semata, melainkan bergerak menuju tindakan nyata yang berdampak langsung bagi jemaat.

“Gereja dipanggil untuk bertransformasi dari sekadar ‘suara’ menjadi ‘ekosistem profetis’ yang konsisten dan terukur di seluruh lingkup pelayanan. Tugas utama pelayan di sinode, klasis, hingga jemaat adalah keluar dari kenyamanan ‘ruang rapat’ untuk masuk ke ‘ruang gawat darurat’ dunia, tempat luka-luka kemiskinan, kekerasan, dan stunting nyata terjadi,” tegas Pdt. Semuel.

Ia menambahkan bahwa misi pelayanan ini bukanlah sekadar program tambahan, melainkan identitas mendasar gereja. Seluruh aspek kehidupan gerejawi—termasuk pengelolaan dana dan pemberdayaan ekonomi—harus menjadi bentuk kesaksian nyata bagi sesama manusia.

Persidangan tahun ini telah melahirkan sejumlah keputusan strategis untuk menjawab tantangan zaman. Keputusan tersebut dituangkan dalam Program Pelayanan Tahunan, rekomendasi, hingga penyusunan draf naskah teologi dan peraturan organisasi yang akan menjadi kompas pelayanan GMIT sepanjang tahun 2026.

Secara sistematis, rangkaian persidangan mencakup tiga agenda utama: Ibadah: Sebagai landasan spiritualitas pelayanan; Study Meeting: Pembahasan mendalam mengenai sub-tema pelayanan 2026, yang mencakup Naskah Teologi Maritim, Teologi Ekonomi, Teologi Agraria (Tanah), hingga Teologi Pelayanan Digital; Business Meeting: Evaluasi Program Pelayanan Majelis Sinode, penetapan Program Pelayanan Tahunan, serta pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Majelis Sinode GMIT Tahun 2026.

Melalui hasil sidang ini, GMIT mempertegas keberpihakannya pada isu-isu kemanusiaan di tingkat klasis dan jemaat. Fokus pada “ruang gawat darurat” dunia mengarahkan gereja untuk lebih responsif terhadap isu stunting, kemiskinan ekstrem, dan advokasi keadilan. Acara penutupan sidang diakhiri dengan Ibadah Perjamuan Kudus yang berlangsung khidmat. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Ketlyn Biaf-Radja (Ketua Majelis Klasis Soe) dan Pdt. Yorim Y. Kause (Ketua Majelis Klasis Amanuban Selatan), sebagai simbol persekutuan dan kesiapan para pelayan untuk kembali ke medan pelayanan masing-masing. ***