
Semau-Kupang,www.sinodegmit.or.id, _Untuk meningkatkan kemitraan oikumenis di seluruh lingkup pelayan GMIT dalam bingkai teologi inklusif di Bulan Kebangsaan, Majelis Klasis Semau mengadakan dialog bersama antara Pemerintah dan para Pemuka Agama di pulau Semau. Kegiatan ini berlangsung di Jemaat Imanuel Buhun, Klasis Semau, pada Jumat (22/8/2025).
Majelis Klasis Semau menghadirkan beberapa pemateri antara lain Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, sekaligus merupakan Wakil Ketua 1 Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi NTT, Kapolsek Semau, Ipda Yohanes Wido, Sekretaris Camat Semau Selatan, Dominggus Firman, dan Danposramil Semau, Serma Sibolon M. Poto.
Sedangkan para peserta terdiri dari Majelis Klasis Harian Semau, para Pendeta GMIT Klasis Semau, para Pendeta Denominasi lain, Tokoh Masyarakat dan para Kepala Desa dan perutusan Jemaat.
Ketua Majelis Klasis Semau, Pdt. Donny B. Banik dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang perjumpaan untuk membangun nilai-nilai kehidupan secara sosial dan budaya, yang melampaui berbagai latar belakang dan sekat yang ada.
Ia berharap ada sinergitas dan kolaboratif antara pemerintah dan para tokoh agama untuk membangun gereja dan masyarakat yang lebih baik.
Beberapa poin yang dibahas antara lain: Menyadari bahwa warga Negara Indonesia ini beragam dari latar belakang suku, agama, bahasa dan budaya. Karena itu menjaga keamanan dengan menjauhi hal-hal yang menjadi penyebab konflik (Menjauhi minuman keras, perjudian, KDRT, dan izin keramaian jika ada hajatan); Memperkuat nilai toleransi, memperkuat ajaran masing-masing agama, membangun komunitas bersama dengan penganut agama lain, mengedepankan dialog karya daripada dialog narasi; Menghindari berbagai prasangka buruk; Senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah; Melindungi keluarga dari berbagai persoalan dengan menjaga pola relasi, komunikasi dan nilai hidup yang baik, terutama Pulau Semau sebagai salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur.
Seluruh peserta dialog memiliki harapan bersama untuk menciptakan Pulau Semau yang aman, kondusif dan penuh damai sejahtera, melalui kegiatan oikumene, salah satunya ialah natal oikumene pada akhir tahun 2025.

Salah satu peserta dialog, Pdt. Yalven Tameno menyampaikan pengalamannya berdialog dengan warga Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan Pemerintah Desa, bahwa ia mendapatkan respon yang sangat baik. Mereka sama-sama terlibat dalam pelayanan, berbagi cerita dan diskusi tentang membangun Jemaat masing-masing.
“Saya belajar untuk tidak merasa superior dalam segala hal, sebaliknya melihat semua orang sebagai kawan untuk membangun kehidupan bersama. Demikian juga dengan pemerintah, gereja bisa hadir sebagai mitra dan memberi penguatan kapasitas kepada para aparat untuk menjalankan fungsi mereka dengan baik,” kata Pdt. Yatven.
Kegiatan yang berlangsung di Jemaat Imanuel Buhun tersebut merupakan langkah maju dari Klasis Semau untuk menganyam kebersamaan, kerjasama serta toleransi sebagai aset berharga dalam keberagaman bagi sinergitas guna bersama membangun nusa Bungtilu.
Diinformasi bahwa Jemaat Imanuel Buhun dilayani oleh Pdt. Lily S. Pah, dengan jumlah jemaat lebih dari 300 jiwa (120 KK) yang terbagi dalam 9 rayon. ***











