
Guru-guru SD GMIT 02 Ruilak, Kabupaten Alor. Foto: Yonas Wabang
Kupang-NTT, www.sinodegmit.or.id, – Sejumlah Sekolah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di berbagai wilayah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, pada Selasa (25/11/2025). Momen ini menjadi platform bagi para pendidik GMIT untuk menyuarakan harapan besar mengenai perubahan mutu dan peran guru di tengah akselerasi digital.
Pusat peringatan turut dilaksanakan oleh Majelis Sinode GMIT melalui Badan Pendidikan Sinode, bersama-sama dengan SD GMIT Kuanfatu, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS.
Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Norman M. Nenohai, dalam perayaan tersebut berharap momentum peringatan ini membawa perubahan yang signifikan bagi sekolah-sekolah GMIT. Beliau menekankan perlunya transformasi menyeluruh.
“Kita berharap ada perubahan baik secara mutu pada guru-guru dan siswa, serta mampu mentransformasi seluruh komponennya agar relevan dengan tuntutan zaman, yang didorong oleh kepemimpinan visioner dan budaya perbaikan berkelanjutan,” kata Pdt. Norman.
Dalam rangka mendukung transformasi tersebut, GMIT secara simbolis menyerahkan 13 unit laptop untuk sekolah-sekolah GMIT di wilayah Kuanfatu. Bantuan serupa sebelumnya telah diberikan kepada sekolah-sekolah di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, sementara bantuan lainnya didistribusikan melalui 13 Yayasan Pendidikan Kristen GMIT.
Harapan perubahan mutu ini secara spesifik berfokus pada perubahan tugas dan pola pikir (mindset) guru di era digitalisasi pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Kristen Banat, Micsen Juvir Benu, S.Pd., Gr., yang menegaskan urgensi penyesuaian peran guru.
“Guru tidak lagi hanya menjadi sumber pengetahuan tunggal, tetapi bertransformasi menjadi pemandu yang memfasilitasi siswa untuk menavigasi dan memanfaatkan informasi digital secara kritis. Guru mampu mengintegrasikan alat dan sumber daya digital ke dalam proses belajar-mengajar untuk menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan personal,” ujar Micsen.

Momen Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional SMP Kristen 2 Banat. Foto: Micsen Benu
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SD GMIT Soe II, Yusak Neolaka, S.Pd., yang memimpin upacara, pemotongan kue, dan penyalaan lilin bersama, menyampaikan harapannya agar dunia pendidikan tetap menjadi terang dan pembawa perubahan bagi generasi mendatang.
Dari berbagai daerah, para guru GMIT turut menyampaikan komitmen dan harapan yang sama.
Di SD GMIT Nuataus, Kabupaten Kupang, guru Santi Piga Oenunu menyampaikan kutipan inspiratif, “Guru adalah sosok yang mengubah masa depan, tanpa perlu memegang pedang, hanya dengan Peran dan Hati yang Tulus.”
Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Guru-guru SD GMIT 03 Kalabahi saling memberi semangat untuk melaksanakan tugas mencerdaskan nusa dan bangsa serta berdoa demi pendidikan yang lebih baik.
Sementara itu, guru-guru SD GMIT Tetaf, Kabupaten TTS, berharap agar para guru semakin bermutu dalam mendidik anak-anak demi nusa dan bangsa.
Tak ketinggalan, Kepala Sekolah SD GMIT 02 Ruilak, Kabupaten Alor, Yonas Wabang, S.Pd., juga menyuarakan harapan agar program-program yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat maupun Kabupaten Alor tentang dunia pendidikan dapat menjadi perhatian dan dapat diwujudkan secara nyata.
Pada setiap sekolah yang melaksanakan upacara, turut dibacakan sambutan Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Sambutan tersebut mengingatkan kembali semangat para pendiri PGRI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendidik bangsa.
Prof. Unifah juga menekankan pentingnya inovasi dan pembelajaran berkelanjutan di tengah tantangan kecerdasan buatan, transformasi digital, dan tuntutan keterampilan abad ke-21. Guru didorong untuk terus berkolaborasi, berinovasi, dan memiliki pola pikir terbuka terhadap perubahan zaman. ***











