
Kupang, www.sinodegmit.or.id, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menandatangani Memorandum of Understanding(MoU) tentang Layanan Jasa Perbankan di Kantor Sinode GMIT Kupang, Kamis (18/12/2025).
MoU tersebut ditandatangani oleh Pdt. Semuel Benyamin Pandie selaku Ketua Majelis Sinode GMIT dan Charlie Paulus selaku Direktur Utama PT. Bank NTT.
Pdt. Semuel dalam sambutannya berharap Bank NTT menjadi pelopor ekonomi dengan memperhatikan nasabah yang mayoritasnya adalah warga GMIT, untuk mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap untuk berkolaborasi, menjadi partner bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur, dan semoga Tuhan memberkati pelayanan Bank NTT,” kata Pdt. Semuel.
Sementara itu Direktur Charlie menyampaikan terima kasih kepada GMIT atas kerja samanya dalam memenuhi kebutuhan finansial. Ia berkomitmen untuk memperhatikan UMKM termasuk yang dimiliki oleh gereja-gereja.
“Kami ditugaskan oleh Pemerintah untuk memperhatikan UMKM, dan hal itu menjadi komitmen kami dalam melayani. Kami juga berjuang untuk menata Bank NTT menjadi lebih baik, dengan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” kata Charlie.
MoU tersebut merupakan perpanjangan dari kerja sama yang sudah berlangsung cukup lama. Ruang lingkupnya antara lain: Pembayaran gaji (Payroll); Cash Management System; Agent Be Ju Bisa Laku Pandai; Payment Online;E-GMIT; Kredit Multi Guna; Kredit Perumahan Rakyat (KPR); Kredit Mikro Merdeka; Kredit Digital Loan. MoU tersebut akan ditindak lanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kesepakatan bersama ini berlaku sejak ditandatangani, hingga 31 Desember 2027.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Majelis Sinode Harian GMIT, BPP Sinode dan UPP Majelis Sinode GMIT, serta sejumlah petinggi Bank NTT. ***











