//Pengabdian 38 Tahun Berakhir, Pdt. Emr. Julianus Mone Berpulang

Pengabdian 38 Tahun Berakhir, Pdt. Emr. Julianus Mone Berpulang

Kupang Timur, www.sinodegmit.or.id, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berdukacita atas meninggalnya Pdt. Emr. Julianus Mone pada Jumat (22/11/2025) di RS. Leona Kupang karena sakit. Jenazah mendiang dikuburkan di Babau pada Selasa (25/11/2025).
‎Pdt. Julianus lahir di Kupang, 14 Juni 1949. Setelah menamatkan pendidikan pada Sekolah Teologi Tarus Kupang (1967), ia ditahbis menjadi Pendeta GMIT pada tahun 1971. Ia mengawali pelayanannya di Jemaat Maumere, Klasis Flores.
‎Selanjutnya secara berturut-turut melayani sebagai Ketua Badan Pekerja Klasis (BKP) Fatuleu Antar Waktu (1982); Jemaat Wilayah Silu, Klasis Fatuleu (1982) ;  Jemaat Uel, Klasis Kupang Timur (1990); Jemaat Wilayah Bipolo, Klasis Kupang Timur (2000-2004); Jemaat Getsemani Babau, Klasis Kupang Timur (2004-2009);
‎Terhitung 14 Juni 2009 Majelis Sinode GMIT memberhentikan Pdt. Emr. Julianus dari semua tugas pelayanan karena mencapai usia pensiun. Secara keseluruhan, ia mengakhiri pelayanannya dengan masa kerja 38 tahun 6 bulan.
‎Mendiang Pdt. Emr. Julianus menikah dengan Februsine Getreda Kilasadukh, dan dikaruniai 8 anak yakni: Christian Mone, Susan Ellen Mone (almh), Charles Peterson Mone (alm), Ronny Marthin Mone, Yerry Yeremia Mone (alm), Allen Mone, Diana Mone (almh), Pdt. Ellen Kristiana Mone, M. Th.
‎Mendiang meninggalkan 3 orang menantu dan 9 cucu.
‎Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan salib bagi setiap orang. Dalam duka yang berturut-turut Tuhan hadir dan memberi kekuatan kepada keluarga. 
‎Ia juga menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa iman yang terjadi. Menurut Pdt. Saneb, panggilan pelayanan seorang Abdi Allah membutuhkan komitmen dan ketaatan yang tinggi. Hal ini menjadi keharusan seorang hamba Tuhan.
‎”Mereka dulu tidak difasilitasi sama seperti hari ini, alat transportasi, rumah pastori, gaji di rekening, tetapi ketaatan pelayanan membawa mereka untuk terus melayani sampai akhir hidup. Meskipun mereka juga memiliki cerita rapuh saat ada dalam pelayanan,” ujarnya.
‎‎Pdt. Saneb berpesan agar pelayanan, dedikasi, cerita iman, nasihat tidak boleh hilang bersama waktu.

“Mari mengenal nilai nilai iman dan pastoral yang harus terus hidup bagi orang percaya masa kini. Jangan lupa hal ini, komitmen pelayanan harus diimbangi dengan merawat diri dan kesehatan sehingga tidak menderita dalam melaksanakan pelayanan,” tutup Pdt. Saneb.
‎Salah satu keluarga mendiang, Odi Fanggidae menyampaikan bahwa kematian ini menimbulkan duka cita bagi mereka. Baginya hidup yang dijalani mendiang sangat bermakna bagi mereka.
‎”Kamu harus kuat menjalani hidup ini ke depan, pesan Opa Pendeta,” kata Odi.
‎Kebaktian penguburan berlangsung di Jemaat Getsemani Babau Klasis Kupang Timur, dipimpin oleh Pdt. Petrus Tameno (penghotbah) dan Pdt. Ledy Deronci Sing (liturgos).
‎Turut hadir dalam acara penguburan Plt. Camat Kupang Timur, Lurah Kupang Timur, Ketua Majelis Klasis (KMK) Fatuleu Timur, KMK Kupang Timur, para Pendeta Emeritus, para Pendeta GMIT se-Klasis Kupang Timur, dan keluarga. ***