//Majelis Sinode GMIT Perhadapkan Organ Yapenkris Sasando Rote Ndao Periode Antar Waktu 2024-2027

Majelis Sinode GMIT Perhadapkan Organ Yapenkris Sasando Rote Ndao Periode Antar Waktu 2024-2027

ROTE NDAO, www.sinodegmit.or.id,– Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperhadapkan organ Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Sasando Rote Ndao periode pelayanan Antar waktu 2024-2027. Acara perhadapan ini berlangsung di Jemaat Betania Ba’a, Klasis Lobalain, pada Minggu (3/5), bertepatan dengan perayaan Bulan Budaya GMIT tahun 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, para Ketua Majelis Klasis (KMK) dari delapan wilayah, yakni Rote Timur, Pantai Baru, Rote Tengah, Lobalain, Rote Barat Laut, Lole, Rote Barat Daya, dan Rote Barat. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, jajaran pembina, pengawas, pengurus yayasan, serta para kepala sekolah dan guru.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa momentum ini merupakan peristiwa iman yang strategis perayaan Bulan Budaya berdekatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Ia menekankan peran penting gereja dalam menjaga nilai budaya di tengah kemajuan teknologi.

“Gereja bertanggung jawab untuk mentransformasi, untuk mentransfer nilai-nilai budaya, menjadi nilai teologis kepada generasi selanjutnya,” ujar Pdt. Saneb.

Lebih lanjut, Pdt. Saneb berharap pengurus yang baru dapat memperkuat manajemen sistem guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah GMIT.

“Berhubungan dengan perhadapan organ yayasan, diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat bahwa sekolah GMIT memiliki potensi untuk masa depan yang cemerlang. Ini membutuhkan manajemen sistem yang baik. karena itu, apresiasi yang tinggi kepada pengurus yang baru karena memberi hati dan spirit untuk pelayanan pendidikan dengan masalah yang kompleks,” tambahnya.

Ketua Pengurus Yapenkris Sasando periode 2018-2026, Adi Haning, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama masa kepemimpinannya. Ia menitipkan harapan agar gereja semakin peduli terhadap pengembangan sekolah dan pemerintah daerah dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga guru.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan yang baru dilantik, Absalom Polin, mengharapkan dukungan kolektif dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

“Kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik,” tuturnya.

Momen serah terima jabatan dari Ketua Pengurus yang lama, Adi Haning kepada Ketua Pengurus yang baru, Absalom Polin

Berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan, susunan personalia Yapenkris Sasando Rote Ndao periode 2024-2027 adalah sebagai berikut:

Pembina:

  • Ketua: Pdt. Iswardy Y. S. Lay, S.Si
  • Sekretaris: Pdt. Yohanis Nehemia Lolok, S.Th
  • Anggota: Pdt. Wenri Tonak, S.Th; Pdt. Roby Isak Danial Kadafuk, S.Th; Pdt. Andri Lulu, S.Th; Pdt. Esri Epiyana Pono, S.Th; Pdt. Juneatrida Fransiska Lenggu-Maahury, S.Th; Pdt. Mariana J. B. B. Nalle-Sirah, S.Th.

Pengurus:

  • Ketua: Absalom Polin
  • Sekretaris: Daniel Zakarias, SE
  • Bendahara: Marthen J. Huan, SH
  • Anggota: Kapten M. Bailao; Naomi S. Lenggu, S.Pd.

Pengawas:

  • Ketua: Pdt. Emr. Benyaminson Zakarias, SmTh
  • Anggota: Osias Foeh, S.Pd; Yane Irene Mooy, S.Pd.

Yapenkris Sasando Rote Ndao saat ini mengelola 19 Sekolah Dasar (SD), 14 Taman Kanak-Kanak (TK), dan 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). Total siswa pada jenjang SD dan SMA mencapai 2.210 orang dengan dukungan 175 tenaga pendidik.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya, pengurus berkewajiban melaksanakan tata kelola berdasarkan AD/ART, merencanakan program kerja, serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara berkala di bawah pengawasan organ pengawas.

Kebaktian perayaan Bulan Budaya sekaligus perhadapan organ Yayasan ini dipimpin oleh Pdt. Emr. Agabus Radja Dima. *